
Setiap musim hujan, masalah banjir perkotaan kembali muncul. Hanya beberapa kali hujan deras yang bertepatan dengan air pasang dapat menyebabkan banjir lokal di banyak jalan pusat kota seperti Cau Dat, Le Loi, Lach Tray, To Hieu, Luong Khanh Thien, dll., yang memengaruhi lalu lintas, kehidupan sehari-hari, dan aktivitas bisnis.
Banjir lokal tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, tetapi juga oleh kombinasi beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi topografi dataran rendah, dampak kenaikan permukaan laut, urbanisasi yang cepat yang mengurangi kapasitas infiltrasi air alami, dan kerusakan sistem drainase di banyak daerah karena pembangunannya yang dilakukan beberapa dekade lalu.
Perlu dicatat, perkiraan ilmiah menunjukkan bahwa tekanan pada Hai Phong akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Menurut studi oleh Institut Meteorologi, Hidrologi, Lingkungan dan Ilmu Kelautan, pada pertengahan abad ke-21, permukaan laut di daerah Hai Phong dapat naik sekitar 19,7 cm, atau bahkan 24,3 cm jika penurunan tanah diperhitungkan.
Pada akhir abad ini, dalam skenario emisi tinggi, permukaan laut dapat naik sekitar 50,7 cm, atau hingga 59,4 cm jika dikombinasikan dengan penurunan geologis.
Secara khusus, jika kenaikan permukaan laut, pasang tinggi, gelombang badai, dan gelombang besar terjadi secara bersamaan, tingkat air yang ekstrem dapat memberikan tekanan yang sangat besar pada sistem tanggul laut dan infrastruktur pesisir kota.
Sementara itu, data pemantauan juga menunjukkan bahwa permukaan air laut di Hai Phong telah naik sekitar 4,8 mm per tahun antara tahun 1993 dan 2023. Pasang tinggi terus terjadi, sedangkan curah hujan cenderung terkonsentrasi dalam periode yang lebih pendek. Bahkan curah hujan tunggal sekitar 100-150 mm yang bertepatan dengan pasang tinggi dapat membebani sistem drainase, menyebabkan banjir yang meluas.
Peringatan-peringatan ini menunjukkan bahwa pengendalian banjir bukan lagi sekadar menangani masalah setelah setiap badai hujan, tetapi harus menjadi strategi pembangunan perkotaan jangka panjang.
Dalam konteks perubahan iklim yang semakin ekstrem, metode pengendalian banjir tradisional, yang hanya berfokus pada perluasan pintu air, pengerukan kanal, atau pemasangan lebih banyak stasiun pompa, hampir tidak akan mampu memenuhi kebutuhan pembangunan jangka panjang.
Itulah sebabnya konferensi ilmiah baru-baru ini yang bertajuk "Penerapan teknologi pada perencanaan kota untuk mencegah dan mengurangi banjir serta dampak perubahan iklim di kota Hai Phong" mendapat perhatian besar dari para manajer dan ilmuwan.
Poin penting dari lokakarya tersebut bukanlah identifikasi "daerah rawan banjir," melainkan pendekatan yang sepenuhnya baru terhadap perencanaan kota. Alih-alih membahas bangunan individual, para ahli sepakat secara bulat tentang perlunya membangun kota-kota tangguh yang dapat beradaptasi dengan perubahan iklim sejak tahap perencanaan tata ruang, pengembangan infrastruktur, dan tata kelola kota.
Arah ini juga ditekankan oleh para pemimpin Departemen Konstruksi kota dalam sambutan pembukaan mereka di lokakarya tersebut, yang menyatakan bahwa perencanaan harus selangkah lebih maju, sepenuhnya mengintegrasikan unsur-unsur manajemen risiko bencana, manajemen banjir, dan adaptasi perubahan iklim.
Kabar baiknya adalah Hai Phong tidak memilih pendekatan lama, tetapi dengan berani mencari solusi baru berdasarkan transformasi digital dan pencapaian Revolusi Industri Keempat.
Untuk pertama kalinya, banyak teknologi seperti Digital Twin, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), Sistem Informasi Geografis (GIS), dan Big Data dibahas sebagai alat untuk secara langsung mendukung perencanaan dan pengelolaan banjir perkotaan.
Jika diimplementasikan secara komprehensif, platform ini akan memungkinkan simulasi seluruh sistem infrastruktur drainase, memprediksi pola banjir berdasarkan peristiwa curah hujan dan siklus pasang surut, serta mendukung lembaga pengelola dalam mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Seiring dengan transformasi digital, para ahli juga menyarankan agar Hai Phong perlu mengubah pendekatannya terhadap pembangunan infrastruktur agar selaras dengan alam. Alih-alih hanya memperluas sistem drainase bawah tanah, perlu juga mengembangkan solusi "infrastruktur hijau" secara bersamaan, seperti: danau pengatur, taman lahan basah, taman hujan, permukaan jalan yang permeabel, pelestarian area penyimpanan air alami, dan restorasi ekosistem tepi sungai dan pesisir.
Selain itu, model "kota spons" telah terbukti efektif di banyak negara dan dianggap oleh para ahli perencanaan kota dan geologi sebagai model yang cocok untuk kondisi Hai Phong dalam jangka panjang.
Dari perspektif manajemen, perlu dicatat bahwa kota ini tidak hanya meneliti teknologi tetapi juga secara bertahap mengintegrasikan solusi pengendalian banjir ke dalam rencana induknya, perencanaan elevasi tanah, drainase permukaan, dan pengembangan infrastruktur teknis. Ini adalah langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa semua proyek pembangunan baru mempertimbangkan skenario perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, dan peristiwa cuaca ekstrem.
Namun, perjalanan dari ide ke praktik adalah perjalanan yang panjang. Berinvestasi dalam sistem pemantauan, basis data bersama, replika kota digital, atau peningkatan infrastruktur drainase secara komprehensif membutuhkan sumber daya yang sangat besar. Tetapi penundaan apa pun akan mengakibatkan harga yang jauh lebih tinggi untuk dibayar karena perubahan iklim terus berlangsung secara tidak terduga, sementara laju urbanisasi semakin cepat.
Hai Phong mempercepat upayanya untuk menjadi kota industri modern, pusat ekonomi logistik dan maritim nasional. Hal ini membutuhkan infrastruktur perkotaan yang tangguh terhadap tantangan baru perubahan iklim.
Oleh karena itu, upaya proaktif mencari solusi untuk masalah pengendalian banjir mencerminkan pola pikir tata kelola kota yang modern. Hal ini juga mencerminkan harapan warga kota akan solusi pengendalian banjir yang konkret, yang akan segera terwujud melalui proyek infrastruktur cerdas dan platform manajemen.
NGUYEN DUONGSumber: https://baohaiphong.vn/chong-ngap-do-thi-bang-tu-duy-moi-546396.html







