
Membangkitkan peran subjek.
Pada awal Juni, di komune Phu Thuan, ratusan pejabat, anggota perkumpulan perempuan, dan warga setempat berpartisipasi dalam Bulan Aksi untuk Lingkungan Hidup.
Selain kegiatan propaganda, Persatuan Wanita di komune tersebut telah menerapkan berbagai solusi seperti membimbing pemilahan sampah rumah tangga di sumbernya, menggali 30 lubang untuk mengolah sampah organik di rumah tangga, memberikan 50 tempat sampah kepada anggota, dan menyelenggarakan penanaman bunga di sepanjang jalan pedesaan.
Ibu Nguyen Thi Thanh Thao, Ketua Serikat Perempuan Komune Phu Thuan, mengatakan bahwa dengan pesan "Perempuan bergandengan tangan untuk melindungi lingkungan, demi Phu Thuan yang hijau, bersih, dan indah," Serikat Perempuan komune menyerukan kepada para pejabat dan anggota perempuan untuk terus memainkan peran inti dalam perlindungan lingkungan, membangun gaya hidup hijau, dan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup di daerah tersebut.
Yang perlu diperhatikan, kegiatan-kegiatan ini terkait dengan tanggung jawab setiap cabang dan setiap rumah tangga melalui penandatanganan komitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membangun kawasan perumahan yang hijau, bersih, dan indah. Pendekatan ini membantu mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata, secara bertahap membentuk kebiasaan hidup ramah lingkungan di dalam masyarakat.
Tidak hanya di Phu Thuan, tetapi banyak asosiasi perempuan di semua tingkatan di kota ini secara efektif mempertahankan model-model seperti "Keluarga Hijau, Bersih, dan Indah," "Sudut Jalan yang Dikelola Sendiri," "Jalan Berbunga," "Asosiasi Perempuan Ramah Lingkungan," dan "Keluarga dengan 5 Aturan Utama, 3 Aturan Kebersihan, dan 3 Aturan Keselamatan." Melalui model-model ini, peran asosiasi, organisasi, dan masyarakat ditingkatkan dalam melestarikan lanskap lingkungan.

Ketika warga berpartisipasi langsung dalam kegiatan perlindungan lingkungan, hasilnya jauh lebih signifikan daripada sekadar propaganda. Mulai dari memilah sampah dan mengurangi penggunaan kantong plastik hingga menanam pohon dan merawat taman bunga, setiap warga menjadi "pembela lingkungan" di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.
Pendekatan lain yang patut diperhatikan adalah model "Empat Area Perumahan Mandiri" di area perumahan Truong Le (kelurahan Hoi An Dong). Empat area mandiri—keamanan dan ketertiban, budaya, sanitasi lingkungan, dan keselamatan lalu lintas—diimplementasikan secara serentak, dengan warga berpartisipasi langsung dalam pengelolaan, pengawasan, dan pelaksanaannya.
Di sektor lingkungan, rumah tangga berkomitmen untuk memilah sampah, membuang sampah dengan benar, menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal, dan berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan lingkungan secara rutin. Upaya kolektif seluruh masyarakat menciptakan perubahan positif di banyak daerah. Ketika masyarakat menjadi aktor utama dalam gerakan perlindungan lingkungan, keberlanjutan model-model ini juga meningkat secara signifikan.

Menyebarkan gerakan dari tingkat akar rumput.
Di wilayah Cam Le, festival "Cam Le Green", yang diselenggarakan sebagai bagian dari Bulan Aksi Lingkungan 2026, telah menjadi sorotan dalam memobilisasi semua sektor masyarakat untuk berpartisipasi dalam perlindungan lingkungan. Program ini menyatukan organisasi, kawasan perumahan, bisnis, dan warga dengan banyak kegiatan pengalaman seperti menukar sampah dengan hadiah, pasar gratis, panduan tentang pengolahan sampah organik, pemilahan sampah di sumbernya, penanaman pohon, dan pengenalan produk ramah lingkungan.
Lebih dari sekadar propaganda, rangkaian kegiatan ini menciptakan peluang bagi masyarakat untuk secara langsung mempraktikkan solusi perlindungan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Melalui kegiatan pengalaman, pertukaran, dan kompetisi antar wilayah pemukiman, kesadaran lingkungan disampaikan dengan cara yang jelas, mudah diakses, dan disebarluaskan secara luas.

Pada upacara peluncuran Bulan Aksi Lingkungan Hidup 2026 yang diadakan di distrik Cam Le pada awal Juni, Ketua Komite Rakyat Kota Nguyen Manh Hung menekankan bahwa pencapaian dalam pekerjaan lingkungan hidup kota dalam beberapa waktu terakhir telah banyak dikontribusikan oleh masyarakat, organisasi massa, dan pemerintah daerah.
Ketua Komite Rakyat Kota sangat mengapresiasi gerakan "Minggu Hijau, Bersih, dan Indah", kegiatan pemilahan sampah rumah tangga di sumbernya, dan banyak model perlindungan lingkungan praktis yang secara bertahap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Pada saat yang sama, seruan tersebut juga ditujukan kepada pemerintah daerah untuk terus mempromosikan sanitasi lingkungan di kawasan permukiman, secara efektif menerapkan pemilahan sampah di sumbernya, meminimalkan sampah plastik; memperkuat propaganda untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mempromosikan peran perempuan, pemuda, veteran, dan organisasi massa dalam kegiatan lingkungan.
Dalam proses pembangunan daerah pedesaan baru saat ini, perlindungan lingkungan telah menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas hidup, membangun lanskap pedesaan yang beradab, dan mencapai pembangunan berkelanjutan.
Setiap daerah memiliki pendekatan kreatifnya sendiri, yang disesuaikan dengan keadaan spesifiknya, memobilisasi partisipasi seluruh masyarakat, dan berkontribusi pada penciptaan kawasan pedesaan yang hijau, bersih, dan layak huni.
Sumber: https://baodanang.vn/chung-tay-giu-mau-xanh-nong-thon-3341384.html










