![]() |
Media Spanyol sekali lagi mengarahkan kritik mereka kepada Jude Bellingham, mengklaim gelandang Inggris itu kurang kreatif, bugar, dan dinamis dalam pertandingan besar. Dalam artikel terbaru mereka, Marca mencatat bahwa Bellingham tampil buruk di bawah tekanan tinggi, terutama saat bermain bersama Vinicius Junior.
Kritik-kritik ini muncul setelah kekalahan telak Real Madrid 4-2 dari Benfica di Liga Champions pada 29 Januari. Kekalahan tersebut mencegah raksasa Spanyol itu finis di delapan besar, memaksa mereka ke babak play-off dan menghadapi jadwal yang lebih berat di periode mendatang.
Beberapa hari sebelumnya, menurut Cadena SER , Bellingham dilaporkan menjadi salah satu dari lima bintang Real Madrid yang diundang untuk pertemuan pribadi dengan Presiden Florentino Perez. Diskusi ini berkisar pada isu-isu yang digambarkan terkait dengan "sikap," di tengah pertanyaan seputar performa dan penampilan tim.
Namun, pelatih baru Alvaro Arbeloa menawarkan perspektif yang sama sekali berbeda. Mantan bek Real Madrid itu menegaskan bahwa ia senang dengan performa Bellingham, terlepas dari kritik media. Terutama, gelandang berusia 22 tahun itu telah menjadi starter di setiap pertandingan kecuali satu dalam tiga bulan terakhir, menunjukkan pentingnya dirinya dalam rencana tim.
"Saya melihat seorang pemain dengan kualitas dan kemampuan luar biasa," kata Arbeloa. "Siapa pun yang menontonnya di televisi akan menyadari hal itu, tetapi ketika Anda melihatnya secara langsung, Anda dapat melihat dengan lebih jelas mengapa dia berbeda."
Saat Real Madrid bersiap memasuki tahap krusial musim ini dengan jadwal yang padat, Bellingham tetap menjadi pemain kunci. Namun, tekanan dari media dan ekspektasi di Bernabeu menghadirkan tantangan signifikan bagi gelandang Inggris ini, di mana setiap penampilannya bisa menjadi bahan perdebatan.
Sumber: https://znews.vn/chuoi-ngay-kho-khan-cua-bellingham-post1624190.html







Komentar (0)