
Kisah ini mengikuti Ponyo, seorang putri duyung yang penasaran yang melarikan diri dari istana bawah laut ayahnya untuk menjelajahi dunia manusia. Terperangkap dalam toples kaca, Ponyo diselamatkan dan dirawat oleh seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Sosuke. Persahabatan polos mereka menginspirasi keinginan Ponyo untuk menjadi manusia.
Namun, sihir yang ia gunakan tanpa sengaja menyebabkan banjir besar yang mengancam pulau tempat Sosuke tinggal. Sejak saat itu, keduanya memulai perjalanan untuk mengatasi tantangan lautan demi melindungi persahabatan mereka dan memulihkan perdamaian di dunia.
Ini adalah film kedelapan karya sutradara legendaris Jepang, Hayao Miyazaki, di Studio Ghibli. Terinspirasi oleh kisah "Putri Duyung Kecil," "Ponyo" menghadirkan citra putri duyung yang sama sekali berbeda: polos, nakal, dan penuh cinta. Ketulusan inilah yang telah membantu Ponyo memikat generasi penonton di seluruh dunia.
Di luar kontennya yang kaya akan emosi, film ini juga memukau dengan dunia bawah lautnya yang penuh warna, di mana makhluk-makhluk aneh, sihir, dan dewa-dewa hidup berdampingan dalam latar yang imajinatif. Melalui animasi gambar tangan khas Ghibli, perjalanan Ponyo dan Sosuke terungkap sebagai pengalaman yang fantastis sekaligus mudah dipahami.
Lebih dari sekadar cerita petualangan anak-anak, "Ponyo" juga menyampaikan pesan tentang persahabatan, kasih sayang, dan kekuatan cinta. Film ini mengingatkan kita bahwa perasaan yang paling tulus dapat membantu orang mengatasi kesulitan apa pun, sekaligus membangkitkan "jiwa anak-anak" dalam diri setiap penonton, tanpa memandang usia.
Kembali tayang di bioskop Vietnam musim panas ini, "Ponyo" diperkirakan akan menjadi pilihan menarik bagi keluarga, terutama mereka yang menyukai animasi Jepang .
Sumber: https://hanoimoi.vn/co-be-ponyo-tro-lai-man-anh-rong-1160277.html










