![]() |
Dikenal sebagai "Gunung Ajaib," Davos menarik pengunjung dengan beragam olahraga musim dingin, hiburan yang meriah, dan pemandangan alam yang menakjubkan. Kota ini juga menjadi tuan rumah Forum Ekonomi Dunia (WEF) dari tanggal 19-23 Januari, sebuah acara yang mempertemukan banyak pemimpin dan pelaku bisnis global, termasuk Presiden AS Donald Trump. Foto: Davos Klosters. |
![]() |
Di antara resor ski di Davos, Parsenn menonjol karena skalanya yang besar dan sejarahnya yang kaya. Resor ini menawarkan berbagai macam olahraga musim dingin. Jalur ski Parsenn sepanjang 12 kilometer dianggap legendaris di kalangan penggemar petualangan di Pegunungan Alpen. Jalur Meierhofer Tälli, khususnya, dikenal secara lokal sebagai "jalur ski Hillary Clinton," karena mantan Menteri Luar Negeri AS tersebut sering bermain ski di sana. Foto: Davos Klosters. |
![]() ![]() |
Dari atas, sistem kereta gantung menuju puncak Parsenn adalah daya tarik terbesar, menawarkan pemandangan panorama pegunungan bersalju yang megah. Foto: Davos Klosters. |
![]() |
Alternatifnya, pengunjung dapat mendaki ke puncak melalui kereta api gunung Parsenn. Foto: Souri Sengdara. |
![]() ![]() ![]() ![]() |
Bagi penggemar seluncur salju, Jakobshorn adalah pilihan yang lebih tepat. Dari ketinggian 2.590 meter di atas permukaan laut, puncak di Pegunungan Alpen Albula ini menawarkan pemandangan menakjubkan yang menghadap ke kota Davos di bawahnya. Pengunjung sering menghabiskan waktu di puncak Jakobshorn menikmati udara pegunungan, mengikuti pelajaran seluncur salju, atau menyewa papan seluncur salju untuk menaklukkan lereng. Foto: Souri Sengdara, Davos Klosters. |
![]() |
Davos juga terkenal dengan jalur pendakiannya, terutama Sertig Dörfli. Di musim semi, hamparan bunga crocus putih bermekaran di padang rumput yang mengelilingi desa. Ladang-ladang di sekitar desa dipenuhi bunga crocus putih, menciptakan pemandangan yang indah. Di musim panas, pengunjung terus menjumpai hamparan bunga gentian dan primrose yang semarak di padang rumput hijau yang subur, dengan air terjun dan pegunungan bersalju yang megah di kejauhan. Foto: Andrea Badrutt. |
![]() |
Terletak di jalan utama kota, Steigenberger Grandhotel Belvedere, yang dibuka pada tahun 1875, adalah salah satu akomodasi paling bergengsi di kota ini. Hotel ini telah menjadi tempat menginap bagi banyak pemimpin dan selebriti internasional, termasuk Bill Clinton, Pangeran Albert dari Monako, Brad Pitt, dan Angelina Jolie... Foto: Davos Klosters. |
![]() |
Untuk benar-benar menikmati pemandangan bersalju, pengunjung dapat menikmati perjalanan kereta Bernina Express, yang berlangsung sekitar dua jam dan berangkat dari Davos Platz ke Ospizio Bernina di jalur kereta api Rhaetian. Perjalanan ini membawa wisatawan menyusuri rute yang spektakuler dan berhenti di tepi Danau Bianco yang tenang dan berwarna biru kehijauan yang terletak di tengah pegunungan yang tertutup salju. Foto: Shutterstock. |
![]() ![]() ![]() ![]() |
Bagi pecinta seni, Museum Kirchner di Davos – yang menyimpan lebih dari 1.500 karya pelukis dan pengukir Jerman Ernst Ludwig Kirchner – adalah tempat yang wajib dikunjungi. Setelah meninggalkan militer, ia pindah ke Davos pada tahun 1917. Foto: Heinrich Helfenstein. |
![]() ![]() ![]() ![]() |
Davos memiliki lebih dari 15 gereja dan kapel yang tersebar di lereng bukitnya, menciptakan suasana romantis yang unik. Yang paling terkenal adalah gereja di Lembah Sertig, gereja baru di desa Monstein, dan gereja di Frauenkirch. Selain menjadi tempat pernikahan yang populer, bangunan-bangunan ini telah menjadi daya tarik wisata utama bagi pengunjung yang menjelajahi Davos. Foto: Davos Klosters. |
![]() |
Sekilas, Davos lebih tampak seperti kota industri daripada negeri dongeng musim dingin. Namun, kota ini memiliki beberapa bangunan indah dan bersejarah yang menambah karakter unik kota pegunungan ini. Foto: Davos Klosters. |
Sumber: https://znews.vn/co-gi-o-davos-post1621523.html



























Komentar (0)