
Platform pariwisata berbasis nilai-nilai komunitas.
Di rumah kecilnya di desa K'răng Gọ, Ibu Ma Ly yang berusia 70 tahun dengan tekun melestarikan kerajinan tembikar tradisional masyarakat Churu. Dari tanah liat mentah, melalui tangan terampilnya, ia menciptakan produk-produk seperti pot tembikar, guci, dan suvenir sepenuhnya dengan tangan. Dalam beberapa tahun terakhir, selain membuat tembikar, ia juga menyambut wisatawan untuk berkunjung, merasakan, dan mempelajari kerajinan tradisional tersebut.
Yang paling dikhawatirkan oleh Ibu Ma Ly adalah risiko hilangnya kerajinan tembikar tradisional masyarakat Churu secara bertahap akibat perubahan kehidupan modern, karena semakin sedikit generasi muda yang berkomitmen pada kerajinan tersebut.

Selain tembikar, banyak nilai budaya tradisional masih dilestarikan melalui festival, musik gong, kuliner , dan kehidupan masyarakat. Salah satu tempat yang melestarikan nilai-nilai ini adalah Desa Budaya Churu di dusun Dong Ho. Terletak di atas bukit yang ditutupi pohon pinus dan menghadap ke Danau P'ro yang luas, tempat ini saat ini menyimpan banyak artefak dan ruang budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Churu. Tempat ini juga menjadi lokasi berbagai kegiatan budaya lokal seperti festival budaya etnis, kompetisi, dan pertunjukan tradisional.

Ruang budaya lokal, kerajinan tradisional, kuliner, dan kegiatan masyarakat menciptakan identitas unik bagi Quang Lap, dan juga merupakan keunggulan penting untuk mengembangkan pariwisata berbasis komunitas.
Yang berharga adalah nilai-nilai ini masih hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Di Quang Lap, wisatawan tidak hanya berkunjung tetapi juga berkesempatan untuk secara langsung mengalami dan mempelajari budaya lokal melalui orang-orang yang melestarikan dan mempraktikkan nilai-nilai tradisional ini.

Mendekatkan wisatawan dengan ritme kehidupan pedesaan.
Sejak lama, Quang Lap telah menjadi lahan yang subur dengan kebun sayur, kebun buah, peternakan sapi perah, dan model pertanian berteknologi tinggi. Hal ini juga menjadi sumber daya bagi daerah tersebut untuk mengembangkan produk wisata pengalaman yang terkait dengan produksi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di desa Quang Loi, destinasi agrowisata bintang 3 Avocado Farm saat ini sedang dikembangkan dengan semangat "makan bersama - tinggal bersama - bekerja bersama". Menurut pemilik pertanian, Phan Thanh Nhan, pengunjung tidak hanya berkeliling pertanian tetapi juga berpartisipasi langsung dalam kegiatan sehari-hari seperti memanen hasil pertanian, mempelajari proses perawatan tanaman, merasakan kehidupan di pertanian, dan menikmati produk lokal.

Model ini telah memberikan lebih banyak kesempatan kepada rumah tangga lokal untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata. Keluarga Minh Hieu, yang secara tradisional terlibat dalam peternakan sapi perah, budidaya buah-buahan, dan pengolahan produk susu, kini juga menyambut pengunjung untuk merasakan gaya hidup pertanian mereka.
Menurut Ibu Hieu, keluarga, terutama anak-anak, sangat tertarik untuk mempelajari kehidupan di pedesaan. Ini adalah pengalaman praktis yang sulit diakses oleh banyak anak di daerah perkotaan.

Bapak Nguyen Manh Dai, seorang wisatawan dari Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa yang membuatnya terkesan tentang Quang Lap bukan hanya pemandangan pedesaannya, tetapi juga hubungan erat antara produksi, budaya, dan kehidupan masyarakat. Seluruh keluarganya, terutama anak-anak, sangat menikmati pengalaman menyaksikan pekerjaan para petani dan mempelajari lebih lanjut tentang proses pembuatan makanan sehari-hari. Ini adalah pelajaran praktis dan bermanfaat bagi anak-anak selama musim panas.

Saat ini, meskipun masih terdapat tantangan dalam hal infrastruktur, sumber daya manusia, dan promosi, Quang Lap masih memiliki banyak keunggulan untuk mengembangkan pariwisata berbasis komunitas berkat nilai-nilai yang melekat pada budaya lokal, lanskap, dan partisipasi masyarakat setempat. Ini merupakan landasan penting bagi daerah tersebut untuk mengembangkan pariwisata ke arah yang berkelanjutan.
Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata baru saja menominasikan Desa Pariwisata Komunitas Quang Lap untuk gelar "Desa Pariwisata Terbaik Dunia" yang diselenggarakan oleh Organisasi Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hingga saat ini, Vietnam telah memiliki lima desa yang mendapat penghargaan tersebut. Program ini bertujuan untuk mengakui komunitas pedesaan yang mengembangkan pariwisata sambil melestarikan budaya, lingkungan, dan mata pencaharian lokal.
Sumber: https://baolamdong.vn/co-lang-du-lich-ben-dong-da-nhim-447719.html










