VIDEO : Rumput teki hijau di bawah terik matahari
Selama hari-hari musim panas yang terik, ketika matahari menyengat menyinari dataran tengah bagian utara, para petani di distrik Nga Son, Nong Cong, dan Quang Xuong ( provinsi Thanh Hoa ) sibuk memanen rumput teki – bahan berharga yang digunakan untuk membuat tikar, keranjang, dan banyak kerajinan tangan lainnya.
Rumput teki di sini dipanen dua kali setahun, pada awal Mei dan Oktober (kalender lunar).
Saat ini, para petani sedang berada di tengah panen pertama mereka tahun ini. Ini juga merupakan waktu dengan suhu terpanas. Suhu di ladang dapat mencapai 38-40 derajat Celcius, udara terasa pengap, dan tanah kering serta retak tetap ada, tetapi para petani tetap gigih dalam pekerjaan mereka.
Bapak Nguyen Huu Hui (Quang Xuong) berkata: "Sangat panas; berdiri di ladang rumput teki dalam waktu singkat saja sudah membuat Anda berkeringat deras. Tetapi Anda harus memanen rumput teki pada waktu yang tepat agar serat rumput teki berwarna putih dan indah, tanpa menghitam di ujungnya, dan kualitas tikar akan tinggi."
Memanen rumput teki membutuhkan ketangkasan dan keterampilan. Petani membungkuk rendah di bawah terik matahari, menggunakan sabit untuk memotong rumput teki sedekat mungkin dengan akarnya, kemudian mengikat bundel-bundel tersebut dengan erat dan membawanya ke darat.
Setiap ikat alang-alang memiliki berat antara 10-15 kg, dan orang-orang yang membawanya berjalan di sepanjang jalan setapak yang sempit, licin, dan berlumpur.
Di bawah terik matahari, bahu mereka menjadi cokelat dan memerah, tetapi mata mereka masih bersinar dengan ketabahan.
Setelah dipanen, rumput teki dibawa ke tempat pengeringan – langkah penting yang menentukan kualitas tikar. Serat rumput teki harus dikeringkan secara menyeluruh, warnanya merata, dan bebas dari jamur atau penguningan.
Rumput teki diklasifikasikan menjadi tiga jenis. Jenis yang lebih panjang dari 1,65 m digunakan untuk menenun tikar kelas satu atau untuk ekspor. Jenis berukuran sedang, dengan panjang 1,5 m hingga 1,6 m, digunakan untuk menenun tikar satuan. Rumput teki yang sudah kering digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak atau sebagai bahan atap.
Proses membelah rumput teki cukup memakan waktu dan tenaga. Langkah ini membutuhkan dua orang yang bekerja bersama, berkoordinasi dengan lancar, dan cepat karena jika rumput teki tidak dibelah tepat waktu dan layu, akan sangat sulit untuk dibelah.
Rumput teki kering diikat menjadi bundel besar, siap untuk proses menenun dan merajut.
Melalui tangan terampil para pengrajin, tanaman rumput teki diubah menjadi kerajinan tangan yang indah seperti tikar, keranjang, piring, dan lain-lain, yang telah menjadi produk bermerek di pasaran.
Warga setempat bercerita bahwa profesi menanam dan memanen rumput teki bukan hanya mata pencaharian tetapi juga sumber kebanggaan bagi generasi demi generasi. Tikar dan keranjang rumput teki telah lama dikaitkan dengan kehidupan masyarakat Vietnam, mewakili tanah air dan selamanya terukir dalam ingatan mereka.
Phuong Do - Hoang Dong
Sumber: https://baothanhhoa.vn/coi-xanh-mua-nang-chay-251736.htm






Komentar (0)