Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Beras Mễ Trì dimasak di atas api yang menyala-nyala, dengan dentuman alu yang berirama menandai dimulainya musim panen baru.

Pada waktu ini setiap tahunnya, desa Me Tri (Kelurahan Me Tri, Hanoi), yang merupakan pusat pembuatan keripik beras tradisional, dipenuhi aktivitas karena memasuki musim produksi terbesarnya. Lorong-lorong kecil di sekitar desa bergema dengan suara khas penumbuk, pengayakan, serta tawa dan obrolan penduduk desa yang sibuk menyiapkan keripik beras baru.

Báo Tin TứcBáo Tin Tức07/11/2025


Desa Me Tri, yang terkenal dengan ketan gorengnya, memiliki ratusan rumah tangga yang secara konsisten melestarikan kerajinan tradisional pembuatan ketan goreng selama beberapa generasi. Ketan goreng Me Tri terbuat dari beras ketan muda dan lembut, dibungkus dengan daun teratai hijau segar, sehingga mempertahankan cita rasa menyegarkan musim gugur Hanoi. Dengan nilai sejarah, teknik, dan budaya yang unik, kerajinan pembuatan ketan goreng Me Tri telah diakui oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga , dan Pariwisata sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

Menurut Ibu Do Thi Nga, pemilik fasilitas produksi kerupuk beras di desa Me Tri Ha, rahasia membuat kerupuk beras yang lezat terletak pada pemilihan waktu panen yang tepat, yaitu ketika butir beras ketan masih lengket dan bertekstur seperti susu. “Seratus kilogram beras menghasilkan sekitar 17-18 kilogram kerupuk beras jadi. Mulai dari memanggang dan menumbuk hingga menyaring, semuanya membutuhkan perhatian yang cermat terhadap detail, pengendalian panas yang tepat, dan keterampilan tangan yang mumpuni,” ujar Ibu Nga.

Banyak rumah tangga kini telah memperkenalkan mesin untuk membantu tugas-tugas berat, sehingga meningkatkan produktivitas sekaligus tetap mempertahankan cita rasa tradisional ketan. Rata-rata, setiap fasilitas produksi menghasilkan 80-100 kg ketan per hari selama musim puncak, memasok pasar Hanoi dan banyak provinsi serta kota lainnya.

Lebih dari sekadar hidangan tradisional, ketan Me Tri merupakan simbol keanggunan dalam budaya kuliner Hanoi. Terlepas dari kehidupan modern, masyarakat Me Tri masih melestarikan keahlian mereka dengan penuh semangat dan kebanggaan. Setiap butir ketan yang harum dan kenyal mencerminkan kecintaan mereka pada tanah air, ketekunan dalam melestarikan keahlian tersebut, dan aspirasi para pengrajin Hanoi.

Keterangan foto

Warga desa kerajinan Me Tri sedang menyiapkan batch baru nasi krispi untuk musim produksi.

Keterangan foto

Masyarakat di Me Tri memilah beras ketan sebelum mengolahnya.

Keterangan foto

Beras ketan dibersihkan sebelum diproses.

Keterangan foto

Butir-butir beras ketan dipanggang hingga matang merata, sebagai persiapan untuk ditumbuk menjadi serpihan beras pipih.

Keterangan foto

Memanggang beras ketan muda merupakan langkah penting dalam menghasilkan nasi krispi yang lembut dan harum.

Keterangan foto

Keterangan foto

Api berkobar terang siang dan malam di dalam oven pemanggang beras di desa Me Tri, penghasil serpihan beras.

Keterangan foto

Orang-orang di Me Tri menggunakan mesin untuk membantu meningkatkan efisiensi produksi.

Keterangan foto

Proses menumbuk beras dengan lesung kayu mempertahankan metode tradisional.

Keterangan foto

Pengrajin di Me Tri menyaring beras yang telah ditumbuk untuk menghilangkan sekamnya.

Keterangan foto

Keterangan foto

Produk-produk yang terbuat dari beras serpihan Me Tri, seperti kue beras serpihan, nasi ketan dengan beras serpihan, dan perkedel beras serpihan, populer di kalangan konsumen.

 

Le Phu/Surat Kabar Berita dan Kelompok Etnis

Sumber: https://baotintuc.vn/anh/com-me-tri-do-lua-ron-rang-nhip-chay-gia-vao-vu-moi-20251107101447513.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Kenangan tentang Hoi An

Kenangan tentang Hoi An

Tenang

Tenang

Menunggu adalah Kebahagiaan

Menunggu adalah Kebahagiaan