![]() |
Ekitike kesakitan di lapangan. |
Ekitike mengalami cedera pada babak pertama leg kedua perempat final di Anfield, di mana Liverpool kalah 0-2 dan tersingkir dengan skor agregat 0-4 dari dua leg.
Hebatnya, striker Prancis itu terjatuh tanpa benturan yang jelas, sehingga situasinya menjadi sangat serius. Ia segera memegang tumitnya dan menerima perawatan medis sebelum dibawa keluar lapangan dengan tandu.
Pelatih Arne Slot tidak memberikan diagnosis spesifik setelah pertandingan. Namun, ia mengakui bahwa situasinya tidak positif dan menyatakan bahwa Ekitike telah meninggalkan lapangan lebih awal, sehingga tidak mungkin untuk menilai sepenuhnya tingkat keparahan cederanya.
Menurut analisis dari spesialis cedera FPL Physio, tanda-tanda awal menunjukkan Ekitike mungkin mengalami robekan tendon Achilles. Hal ini terjadi ketika pemain tersebut mengerahkan tenaga pada kaki kanannya untuk berakselerasi, mekanisme cedera yang umum terjadi pada jenis cedera ini.
Reaksi spontannya berupa memegang tumitnya, ditambah dengan fokus tim medis pada bagian bawah kakinya, semakin memperkuat penilaian ini.
Skenario yang kurang serius mungkin melibatkan robekan sebagian tendon Achilles atau cedera pada pergelangan kaki atau tungkai bawah. Namun, jika terjadi robekan total, waktu pemulihan biasanya memakan waktu 9 hingga 12 bulan, atau bahkan lebih lama.
Cedera itu datang pada waktu yang kritis, dengan Piala Dunia 2026 kurang dari dua bulan lagi. Hal ini membuat peluang Ekitike untuk bermain bagi tim nasional Prancis sangat tipis.
Ini adalah kali kedua berturut-turut Liverpool tersingkir dari Liga Champions oleh PSG. Tim asuhan manajer Arne Slot kini hanya memiliki satu tujuan tersisa: mengamankan posisi lima besar di Liga Premier untuk lolos ke kompetisi paling bergengsi di Eropa musim depan.
Sumber: https://znews.vn/con-ac-mong-ap-den-with-sao-tuyen-phap-post1643727.html








Komentar (0)