| Para ilmuwan di Universitas Texas telah menemukan bahwa enzim IDO1 berperan dalam mengganggu mekanisme pemrosesan kolesterol tubuh dalam kondisi peradangan. (Sumber: Shutterstock) |
Berbicara tentang penelitian tersebut, Profesor Kimia Subhrangsu S. Mandal, penulis utama makalah ilmiah yang baru-baru ini ditinjau oleh rekan sejawat, mengatakan: “Kami menemukan bahwa penghambatan enzim IDO1 membantu mengendalikan respons peradangan pada sel imun yang disebut makrofag. Peradangan kronis dikaitkan dengan banyak penyakit, mulai dari penyakit kardiovaskular hingga kanker, dari diabetes hingga demensia. Dengan lebih memahami IDO1 dan cara menonaktifkannya, kita dapat mengendalikan peradangan dan memulihkan fungsi pemrosesan kolesterol, sehingga mencegah penyakit dari akarnya.”
Dalam kondisi normal, peradangan adalah respons yang diperlukan tubuh untuk melawan infeksi dan pulih dari cedera. Namun, ketika peradangan berkepanjangan akibat stres, cedera, atau infeksi, makrofag kehilangan kemampuannya untuk menyerap kolesterol—hal ini berkontribusi pada peningkatan risiko penumpukan lemak dan kerusakan pada dinding pembuluh darah.
Penelitian menunjukkan bahwa IDO1 "aktif" selama peradangan dan menghasilkan molekul kynurenine – suatu zat yang mengganggu proses pengolahan kolesterol dalam makrofag. Ketika para ilmuwan menghambat aktivitas IDO1, sel-sel imun ini segera mendapatkan kembali kemampuannya untuk menghilangkan kolesterol, membuka jalan baru untuk mencegah aterosklerosis dan komplikasi berbahaya lainnya.
Tim peneliti juga mengidentifikasi "penyebab" IDO1, yaitu enzim nitrat oksida sintase (NOS). Enzim ini diyakini memperburuk efek negatif IDO1 pada regulasi kolesterol. Oleh karena itu, menggabungkan dua pendekatan pengobatan yang menargetkan IDO1 dan NOS dapat menciptakan terapi ganda yang ampuh, khususnya berguna dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh peradangan kronis.
"Penumpukan kolesterol dalam makrofag adalah salah satu penyebab utama aterosklerosis, yang menyebabkan penyakit jantung dan banyak masalah kesehatan serius lainnya," tegas Profesor Mandal.
Tim peneliti saat ini sedang memperluas analisisnya untuk mengidentifikasi secara tepat mekanisme interaksi antara IDO1 dan metabolisme kolesterol, sekaligus mengevaluasi peran enzim lain yang berpotensi terlibat. Jika mereka menemukan cara yang aman untuk menghambat IDO1, mereka yakin hal itu dapat membuka jalan bagi generasi baru obat untuk pencegahan dan pengobatan penyakit inflamasi kronis.
Sumber: https://baoquocte.vn/cong-tac-tat-cholesterol-319781.html






Komentar (0)