![]() |
Neymar sedang melewati masa sulit. |
Berbicara pada tanggal 4 Januari, Neymar Sr. mengatakan: "Anak itu mengalami depresi. Orang-orang mengatakan Neymar tidak akan bermain sepak bola lagi tahun ini, dan itu benar-benar menghancurkannya."
Neymar kembali bergabung dengan Santos dengan harapan tinggi, bertujuan untuk memulihkan kebugarannya, mempertahankan ritme permainannya, dan mempersiapkan diri untuk Piala Dunia 2026. Namun, perjalanan pemulihan bintang Brasil itu pada tahun 2025 berulang kali terganggu oleh cedera yang terus-menerus, bahkan terkadang membuatnya mempertimbangkan untuk mengakhiri karier sepak bola profesionalnya.
Sepanjang musim 2025, Neymar mengalami serangkaian masalah otot, yang membuatnya absen lebih dari 20 pertandingan Santos. Namun, kejutan terbesar datang menjelang akhir musim, ketika Neymar mengalami cedera meniskus di lututnya, yang memaksanya untuk istirahat panjang dari bermain.
Yang menghancurkan Neymar bukan hanya cedera itu sendiri, tetapi juga fakta bahwa informasi ini bocor ke media sebelum ia menerima konfirmasi resmi dari dokter. Laporan berita yang mengklaim Neymar akan absen hingga 2026 tersebar luas, memberikan pukulan berat pada kondisi mental mantan bintang PSG yang sudah rapuh itu.
![]() |
Neymar mengalami guncangan psikologis. Foto: Reuters . |
Menurut ayah Neymar, dia dan staf pelatih Santos selalu berusaha mengontrol waktu bermain Neymar, tetapi itu hampir mustahil.
"Dia tidak tahu bagaimana menghemat energinya. Dia selalu mundur jauh ke separuh lapangan sendiri, meminta bola, dan bermain dengan semangat yang membara. Satu-satunya cara untuk mengendalikan Neymar adalah dengan menjauhkannya dari lapangan," ujarnya.
Dalam percakapan pribadi di rumah, Neymar pernah mengatakan kepada ayahnya bahwa dia "tidak tahan lagi," bahkan mempertanyakan apakah operasi akan masuk akal. Saat itulah Neymar hampir memutuskan untuk mengakhiri karier bermainnya.
Menghadapi situasi ini, ayah Neymar memilih pendekatan yang lembut namun tegas, membimbing putranya menuju tujuan utama: Piala Dunia 2026. Ia menekankan bahwa hanya beberapa bulan tersisa hingga momen krusial itu, dan Neymar tidak boleh membiarkan suara-suara negatif dari luar membuatnya patah semangat. Percakapan itu terbukti menjadi titik balik.
Meskipun berisiko, Neymar memutuskan untuk kembali berlatih dengan lututnya yang dibalut dengan hati-hati. Dia memaksakan diri, menahan rasa sakit, dan secara bertahap mendapatkan kembali kepekaannya terhadap bola. Kembalinya yang berisiko ini kemudian membantu Santos berhasil menghindari degradasi berkat penampilan emosional Neymar.
Sumber: https://znews.vn/cu-soc-tam-ly-cua-neymar-post1616824.html








Komentar (0)