![]() |
Bellingham mengalami cedera. Foto: Reuters . |
Insiden itu terjadi pada menit ke-10, ketika bintang Inggris itu tiba-tiba ambruk di lapangan meskipun tidak bertabrakan dengan siapa pun. Bellingham tampak kesakitan, berulang kali memegang bagian belakang paha kanannya dan berteriak kesakitan, sebelum akhirnya tidak dapat melanjutkan pertandingan.
Kamera televisi juga merekam momen ketika gelandang berusia 22 tahun itu menyeka air mata saat staf medis melakukan pemeriksaan singkat di pinggir lapangan. Kurang dari 10 menit setelah kick-off, pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa terpaksa mengganti Bellingham dengan Brahim Díaz.
Hanya lima menit setelah masuk sebagai pemain pengganti Bellingham, Diaz memberikan assist yang membantu Vinicius membuka skor untuk Real Madrid.
Dengan musim yang memasuki tahap krusial, Real Madrid tentu tidak ingin kehilangan Bellingham. Namun, gelandang Inggris itu sendiri menghadapi kritik dari publik karena performanya yang buruk.
![]() |
Bellingham menghadapi kritik. Foto: Reuters . |
Media Spanyol mengkritik Bellingham karena kurang kreatif, stamina, dan dinamis dalam pertandingan besar. Dalam sebuah artikel baru-baru ini, Marca mencatat bahwa Bellingham tampil buruk di bawah tekanan tinggi, terutama saat bermain bersama Vinícius. Kritik ini muncul setelah kekalahan telak Real Madrid 2-4 dari Benfica di Liga Champions pada 29 Januari.
Namun, pelatih baru Arbeloa menawarkan perspektif yang berbeda. Mantan bek Real Madrid itu menegaskan bahwa ia senang dengan performa Bellingham, terlepas dari kritik media. Terutama, gelandang berusia 22 tahun itu telah menjadi starter di setiap pertandingan, kecuali satu, dalam tiga bulan terakhir, menunjukkan peran pentingnya dalam rencana klub.
Sumber: https://znews.vn/cu-soc-voi-bellingham-post1624548.html








Komentar (0)