Festival Film Francophone ke-14 di Vietnam berlangsung dari 22-27 Maret dan terbuka untuk umum. Acara ini merupakan salah satu dari serangkaian acara untuk merayakan Hari Francophonie Internasional (20 Maret).
Bapak Pierre du Ville - Ketua Delegasi Wallonia-Bruxelles di Vietnam (kiri) pada upacara pembukaan Festival Film Francophone ke-14 di Hanoi . (Foto: Ngan Hanh) |
Pada malam tanggal 22 Maret, Festival Film Francophone ke-14 di Vietnam dibuka di Studio Film Dokumenter dan Ilmiah Nasional Vietnam di Hanoi dan Bioskop DCINE Ben Thanh di Kota Ho Chi Minh. Acara ini diselenggarakan oleh Kantor Regional Asia- Pasifik Organisasi Internasional La Francophonie (OIF) dan Kedutaan Besar Kanada, Prancis, Swiss, serta Delegasi Wallonie-Bruxelles di Vietnam.
Yang hadir pada pemutaran perdana Festival Film Berbahasa Prancis ke-14 adalah sutradara film "The Funny Swindlers" Yolande Moreau, perwakilan Organisasi Internasional Berbahasa Prancis di Vietnam, perwakilan Kedutaan Besar Kanada, Prancis, Swiss, dan Delegasi Wallonie-Bruxelles.
Berbicara pada upacara pembukaan Festival Film Francophone ke-14 di Hanoi, Tn. Pierre du Ville, Kepala Delegasi Wallonie-Bruxelles di Vietnam, menyambut para penonton Vietnam untuk menikmati film-film Prancis yang luar biasa, dengan demikian memupuk dan mencintai bahasa Prancis.
Dengan tema Hari Francophonie Internasional 2024 yaitu “Keberagaman dan vitalitas Komunitas Francophone yang hadir di seluruh dunia ”, ini menjadi “benang merah” bagi penyelenggara program untuk memilih karya sinematik yang akan diputar di Festival Film Francophone tahun ini di Vietnam.
Penonton yang besar antusias dengan Festival Film Francophone ke-14 di Vietnam. (Foto: Ngan Hanh) |
Selama pekan festival, penonton di Hanoi dan Kota Ho Chi Minh akan menikmati film-film Prancis yang menarik dan cocok untuk segala usia: "The Funny Swindlers", "Vikings", "Business Trip to the Land of Ch'tis", "Glorious Ashes", "Road to Glory", dan khususnya film "The White House" yang diproduksi oleh Kamboja. Film-film dalam festival ini tidak hanya berasal dari Prancis dan negara-negara berbahasa Prancis, tetapi juga dari produser di Asia Tenggara.
Ibu Tran Thi Thu Ha, perwakilan Organisasi Internasional Francophonie di Asia-Pasifik (REPAP-OIF), menyampaikan bahwa tujuan OIF secara umum dan Kantor Regional Asia-Pasifik secara khusus adalah untuk menyebarkan bahasa Prancis ke lebih banyak orang di Vietnam.
“Festival film ini juga merupakan cara untuk mempromosikan berbagai budaya di komunitas berbahasa Prancis, termasuk melalui film,” tegas Ibu Tran Thi Thu Ha.
Selain Festival Film Berbahasa Prancis, untuk merayakan Hari Berbahasa Prancis Internasional, OIF juga menyelenggarakan berbagai kegiatan terkait pendidikan berbahasa Prancis di universitas, sekolah menengah, sekolah menengah atas bilingual, sekolah internasional di Hanoi dan Kota Ho Chi Minh, atau kegiatan budaya dan olahraga seperti Francophone Run yang berlangsung pada tanggal 24 Maret di Hanoi.
Festival film ini terbuka untuk umum. (Sumber: OIF) |
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)