Salah satu daya tarik pasar Can Cau adalah jual beli kerbau (Gambar ilustrasi).
Ciri khas dan daya tarik pasar Can Cau adalah area perdagangan kerbaunya. Tidak seperti pasar pada umumnya yang hanya menjual produk pertanian, kain brokat, atau barang-barang rumah tangga, pasar Can Cau merupakan tempat berkumpulnya ratusan kerbau dari berbagai jenis, mulai dari anak kerbau hingga kerbau dewasa yang sehat, yang dibawa turun dari pegunungan oleh penduduk setempat. Suara pekikan kerbau dan anak kerbau, tawar-menawar antar pedagang, serta suara seruling dan pipa yang dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan etnis menciptakan suasana yang sangat hidup dan ramai.
Pasar Cán Cấu diadakan setiap hari Sabtu di lereng Cán Cư Sử. Mulai pukul 6 pagi, ratusan kerbau dibawa ke pasar di lahan yang luas. Pasar ini menjual berbagai jenis kerbau, termasuk kerbau untuk pembiakan, kerbau untuk membajak, dan kerbau untuk daging. Setiap ekor kerbau, dengan berat sekitar 300 kg, dijual seharga 35-40 juta VND/ekor, anak kerbau seharga 3-5 juta VND/ekor, kerbau betina yang cantik seharga 8-12 juta VND/ekor, dan kerbau untuk daging seharga 6-10 juta VND/ekor. Pasar ini menarik tidak hanya masyarakat H'Mông tetapi juga masyarakat Nùng, La Chí, Dao, Kinh, dan kelompok etnis lainnya, menciptakan suasana yang meriah dan ramai.
Di sini, kerbau bukan hanya aset tetapi juga sumber tenaga kerja dalam produksi pertanian . Oleh karena itu, pembeli sangat selektif, memilih kerbau berdasarkan penampilan, kuku, tanduk, gigi, dan rahangnya untuk memastikan mereka memilih hewan yang sehat dan memuaskan. Transaksi berlangsung cepat tetapi meriah, ditandai dengan jabat tangan yang kuat yang menunjukkan kepercayaan dan kesepakatan.
Selain kerbau, pasar Can Cau juga merupakan tempat pertukaran budaya antar kelompok etnis. Wisatawan dapat menjumpai kostum tradisional berwarna-warni dari suku H'Mong, Dao, Tay, Nung, dan lainnya. Kios-kios menjual berbagai macam barang, mulai dari produk pertanian lokal seperti sawi, rebung, dan jamur shiitake hingga kerajinan tangan yang indah seperti tas brokat, gelang perak, dan syal bersulam.
Selain kerbau, pasar Can Cau juga menjual produk pertanian, kain brokat, syal bersulam, dan banyak lagi.
Selain itu, warung-warung yang menjual masakan khas Vietnam Barat Laut juga memikat wisatawan. Warung makan kecil, dengan hanya beberapa meja dan kursi, menarik banyak pelanggan. Hidangan paling populer di pagi hari yang berkabut di Vietnam Barat Laut adalah pho dan thang co (semur tradisional). Pho di sini berbeda dengan yang ada di dataran rendah; dibuat dari beras dataran tinggi lokal, yang sangat lembut dan kenyal. Ayam hitam H'Mong rebus yang diletakkan di samping panci pho merangsang selera pengunjung.
Pasar Cán Cấu biasanya buka hingga siang hari. Orang-orang menggiring kerbau mereka pulang dengan harapan dapat menjualnya di hari pasar berikutnya, sementara mereka yang telah menjual kerbaunya tampak bahagia dan berseri-seri. Setelah pasar tutup, para pria berhenti di warung pinggir jalan untuk menikmati anggur jagung dan sepanci thang co (semur tradisional) yang mengepul. Mereka duduk bersama, mengobrol dan bergosip hingga senja sebelum berpisah, berjanji untuk bertemu lagi di hari pasar berikutnya dengan penuh harapan.
Pasar Can Cau bukan sekadar pasar biasa, tetapi gambaran yang hidup tentang kehidupan, budaya, dan masyarakat dataran tinggi. Dengan mengunjungi Can Cau, wisatawan tidak hanya merasakan suasana unik jual beli, tetapi juga berkesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang budaya tradisional yang khas, kesederhanaan, dan keramahan masyarakat etnis setempat.
Lereng Cán Cư Sử sangat indah saat matahari terbenam. Suara orang-orang berpadu dengan suara pegunungan dan hutan hingga malam tiba.
Tran Thai Hoc
Sumber: https://baolongan.vn/dac-sac-phien-cho-trau-can-cau-a199906.html






Komentar (0)