Terlepas dari berbagai pasang surut, masyarakat di sini masih membuat saus ikan menggunakan metode tradisional buatan tangan, tanpa katalis kimia apa pun. Inilah prinsip di balik saus ikan Diem Dien yang otentik. Jenis saus ikan seperti saus ikan pekat, saus ikan teri, dan saus ikan kembung termasuk yang terbaik.

Pemilihan bahan sangat penting dalam pembuatan saus ikan Diem Dien yang terkenal. Pagi-pagi sekali, orang-orang berbondong-bondong ke pelabuhan untuk memilih dan membeli ikan teri, ikan kembung, atau udang putih segar berukuran besar dari perahu nelayan. Setelah dicuci dan ditiriskan, ikan difermentasi dalam guci dan wadah tanah liat dengan perbandingan 10 kg ikan berbanding 2 kg garam. Menurut penduduk setempat, saus ikan terbaik difermentasi dalam guci dan wadah tanah liat tua yang dijemur karena paparan sinar matahari membantu mempertahankan panas, sehingga menjamin kualitas saus. Setelah sekitar setengah bulan, ketika matahari bersinar terik, tutupnya dibuka untuk mengeringkan ikan, dan sebatang bambu bersih digunakan untuk mengaduknya hingga larut sepenuhnya. Fermentasi berlanjut selama satu tahun lagi. Selanjutnya adalah proses penyaringan. Saus ikan disaring beberapa kali melalui saringan, ayakan, dan kain bersih hingga cairan menjadi jernih, kemudian buih di permukaan dihilangkan.
Metode pembuatan pasta udang fermentasi sedikit berbeda. Setelah beberapa hari, ketika udang telah menyerap garam secara merata, udang diletakkan di atas saringan atau digosok untuk mengumpulkan cairan yang menetes. Cairan yang terkumpul dituangkan ke dalam stoples atau wadah dan dibiarkan di tempat yang berventilasi baik. Pada hari-hari cerah, wadah-wadah ini dibuka agar kecap ikan tetap harum.
Setelah menyelesaikan langkah-langkah di atas, saus ikan akan dijemur hingga berubah warna menjadi keemasan seperti madu, menjadi kental dan lengket, serta memiliki aroma yang khas.

Saat ini, kecap ikan Diem Dien telah menjadi terkenal, sebuah makanan khas lokal yang tak tergantikan dalam setiap hidangan keluarga. Setiap tetes kecap ikan merupakan perpaduan antara sinar matahari, angin, ombak laut, dan hati serta jiwa masyarakat di wilayah pesisir ini. Banyak wisatawan yang mengunjungi daerah ini tidak pernah lupa untuk mencicipi dan membeli kecap ikan sebagai oleh-oleh, sebagai cara untuk membawa cita rasa laut kembali ke keluarga mereka.
TTXTDLHY
Sumber: https://hungyentourism.com.vn/dac-san-que-huong-nuoc-mam-diem-dien-c21471.html










