Di tengah meningkatnya biaya tenaga kerja dan kebutuhan pelanggan yang semakin menuntut, restoran berupaya mengoptimalkan operasional dan meningkatkan pengalaman bersantap melalui robot, sistem dapur otomatis, dan dapur hantu (juga dikenal sebagai dapur virtual atau dapur awan – hanya melayani pesanan online).

Menurut Restolabs, 73% operator restoran berencana untuk berinvestasi dalam solusi AI dan otomatisasi pada tahun 2025. Teknologi populer meliputi pemesanan melalui suara, robot pelayan, dan sistem analitik data untuk memprediksi permintaan. Otomatisasi membantu mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, yang mengalami tingkat pergantian hingga 70% setiap tahunnya di industri makanan dan minuman.
Beberapa restoran telah menggunakan robot untuk menyajikan makanan ke meja, sementara robot dapur menangani tugas-tugas seperti menggoreng, memasak, dan mencampur minuman. Menurut StartUs Insights, AI juga digunakan untuk mempersonalisasi menu, membantu meningkatkan nilai pesanan rata-rata sebesar 18 hingga 26%. Selain itu, pesanan digital bernilai 30% lebih tinggi daripada pesanan tradisional.
Model dapur hantu (ghost kitchen) sedang booming. MrBeast Burger, yang didirikan oleh YouTuber populer MrBeast, telah mencapai pendapatan sekitar $100 juta hanya dalam beberapa tahun. Kitopi, sebuah startup dari UEA, mengoperasikan dapur awan di Timur Tengah dan Asia, dengan pendapatan sekitar $200-$300 juta. Taster (Prancis-Inggris), yang beroperasi di London dan Paris, berfokus pada merek makanan khusus pengiriman, dengan pendapatan sekitar $50-$80 juta. CloudEats, sebuah startup dari Filipina, sedang berekspansi di Asia Tenggara dengan pendapatan sekitar $30-$50 juta.
Otomatisasi menawarkan beberapa manfaat yang jelas: mengurangi biaya material hingga 15%, meningkatkan akurasi perkiraan pendapatan hingga 22%, dan meningkatkan efisiensi operasional. Namun, tantangan utama dari tren ini adalah biaya investasi awal yang tinggi dan risiko kehilangan sumber daya manusia.
Meskipun demikian, tren ini sedang membentuk kembali industri kuliner global. Dari jaringan besar hingga perusahaan rintisan teknologi, restoran pintar menjadi norma baru. Dalam waktu dekat, pengalaman bersantap mungkin akan didorong oleh robot, AI, dan data—lebih cepat, lebih akurat, dan lebih personal daripada sebelumnya.
Sumber: https://hanoimoi.vn/dac-san-the-gioi-trai-nghiem-am-thuc-cung-robot-ai-730461.html






Komentar (0)