
Raja Frederik X dan Ratu Mary dari Denmark melambaikan tangan kepada rakyat dari balkon Istana Christiansborg di Kopenhagen pada 14 Januari (Foto: AFP).
Proses suksesi formal mulai berlaku saat Margrethe menandatangani pernyataan pengunduran dirinya pada pertemuan Dewan Negara di parlemen pada 14 Januari, demikian dilaporkan Reuters , mengutip pernyataan dari keluarga kerajaan Denmark.
Denmark, salah satu monarki tertua di dunia , tidak mengadakan upacara penobatan.
Sekitar satu jam setelah menandatangani deklarasi pengabdian, Perdana Menteri Mette Frederiksen memperkenalkan raja baru di balkon gedung Parlemen.
Dalam suhu mendekati titik beku, puluhan ribu orang dari seluruh Denmark berkumpul di Kopenhagen untuk menyaksikan upacara tersebut. Menurut Reuters , ini merupakan tanda tingkat persetujuan publik terhadap monarki negara itu.

Mantan Ratu Margrethe dari Denmark pergi setelah menandatangani surat pengunduran dirinya di Kopenhagen, Denmark pada 14 Januari (Foto: Reuters).
"Kita berada di sini hari ini karena sejarah sedang tercipta tepat di depan mata kita. Kita harus berada di sini," kata Soren Kristian Bisgaard, seorang pilot berusia 30 tahun.
"Saya sangat menyayangi keluarga kerajaan. Saya sendiri pernah bertugas di Garda Kerajaan, berjaga di istana. Saya sangat bangga telah melakukan itu dan juga berada di sini hari ini," katanya.
Pada sore hari, raja dan ratu yang baru dinobatkan akan melakukan perjalanan kembali ke Amalienborg dengan kereta kuda, kompleks kerajaan yang dibangun pada tahun 1750-an dan terletak di jantung kota Kopenhagen.
Raja Frederik X dan Ratu Mary akan terus tinggal bersama ibunya di kompleks Amalienborg, tetapi di istana yang terpisah.
Sumber






Komentar (0)