
- Apa yang memotivasi Anda untuk membuat film "Kepiting Pertapa"?
- Gagasan awal untuk "Hermit Crabs" muncul lebih dari lima tahun lalu, selama pandemi Covid-19. Pada saat itu, saya berkesempatan mengamati banyak kisah keluarga dan hubungan yang tampak sangat dekat tetapi memiliki jarak tak terlihat di antara mereka. Dari situ, saya mulai berpikir tentang bagaimana perasaan orang ketika mereka hidup di "cangkang" orang lain atau mencoba menjadi seseorang yang bukan diri mereka sendiri.
Gambaran kepiting pertapa atau kepiting pertapa dalam kehidupan nyata sangat menghantui saya. Mereka hidup di dalam cangkang yang bukan milik mereka. Itu adalah gambaran yang indah sekaligus sangat menggugah pikiran. Dalam hidup, terkadang kita juga seperti itu, mencari validasi eksternal atau berpegang teguh pada hal-hal yang bukan milik kita. Yang ingin saya ceritakan bukanlah kisah spiritual, tetapi kisah tentang kemanusiaan, tentang luka, aspirasi, dan pilihan dalam hidup.
- Apa perbedaan "Hermit Crabs" dengan karya-karya Anda sebelumnya seperti "Waiting for You Until Tomorrow," "Taxi, What's Your Name?", "The Life of Yen," dan "The Legend of Quan Tien"?
- Ini adalah film pertama saya dalam genre thriller psikologis. Sebelumnya, karya-karya saya biasanya memiliki nada yang lebih romantis dan lembut, tetapi "Hermit Crabs" menggali sisi tersembunyi dari hubungan pernikahan dan hubungan antar pribadi. Ada orang-orang yang tampak berasal dari sisi gelap tetapi memiliki jiwa yang murni. Sebaliknya, ada karakter yang terlihat sangat polos tetapi menyimpan konflik psikologis dan obsesi yang dapat menyakiti orang lain. Saya pikir semakin saya dewasa, semakin saya menyadari bahwa manusia jauh lebih kompleks daripada yang pernah saya bayangkan. Dan perubahan itu secara langsung memengaruhi bagaimana saya mengembangkan karakter dan menceritakan kisah dalam film ini.
- "Banyaknya kejutan dalam film ini telah menarik banyak perhatian. Mengapa Anda memilih pendekatan penceritaan seperti ini?
- Saya tidak menciptakan plot twist hanya untuk mengejutkan orang. Yang lebih membuat saya bersemangat adalah setelah setiap kebenaran terungkap, penonton mengubah perspektif mereka terhadap karakter tersebut. Saya ingin penonton tidak hanya menonton cerita, tetapi juga secara aktif berpartisipasi dalam proses penemuan kebenaran tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, saya menjadi lebih tertarik pada pengalaman penonton. Sebelumnya, saya biasa memikirkan cerita apa yang ingin saya sampaikan. Sekarang, saya bertanya pada diri sendiri bagaimana penonton akan memahami cerita tersebut. Menurut saya, sinema bukan hanya perjalanan seorang pendongeng, tetapi juga perjalanan penemuan bagi penonton.
- Bisakah Anda berbagi sesuatu tentang para pemeran dan apa yang membuat Anda terkesan selama proses syuting?
- Saya selalu memulai proses casting dengan bertanya siapa yang paling cocok untuk karakter tersebut, bukan siapa yang memiliki potensi box office terbaik. Yang saya cari pada aktor untuk "The Hermit Crab" adalah kemampuan untuk menahan emosi. Ada karakter yang mengatakan satu hal tetapi memikirkan hal lain, yang sedang jatuh cinta tetapi takut untuk mengungkapkannya, atau yang menyembunyikan rahasia. Keadaan-keadaan ini membutuhkan akting internal yang lebih banyak daripada ekspresi langsung.
Quoc Truong mengejutkan saya dengan kemampuannya menyampaikan rasa sakit melalui tatapan matanya dan momen-momen keheningan. Tieu Vy menghadirkan kerapuhan dan misteri yang saya cari sejak awal pada karakter Ngoc. Kejutan menyenangkan lainnya adalah musisi Nguyen Van Chung. Dia adalah satu-satunya dalam film yang adegannya tidak dipotong. Dia berakting persis seperti yang saya bayangkan untuk karakter Manh. Pesona dan naturalitasnya membuat karakter tersebut sangat nyata dan mudah dipahami.
- Pesan apa yang ingin Anda sampaikan setelah penonton meninggalkan teater?
- Harapan saya adalah film ini dapat meninggalkan beberapa pertanyaan bagi penonton tentang diri mereka sendiri dan hubungan di sekitar mereka. "Hermit Crabs" bercerita tentang orang-orang yang selalu mencari kebahagiaan, cinta, pengakuan, atau kehidupan yang lebih baik. Tetapi dalam perjalanan itu, terkadang mereka kehilangan diri mereka sendiri atau memilih untuk hidup dalam "cangkang" yang bukan milik mereka. Saya pikir itu adalah kisah yang umum terjadi dalam kehidupan.
Nilai sebuah film terletak pada kemampuannya membuat penonton terus berpikir lama setelah film berakhir. Oleh karena itu, saya berharap penonton akan meluangkan waktu untuk menghargai dan mengeksplorasi karya ini dengan cara mereka sendiri. "The Hermit Crab" adalah film yang dapat ditonton berulang kali. Setiap kali, penonton dapat mengenali perspektif dan lapisan makna yang berbeda yang telah dikerjakan dengan susah payah oleh tim selama satu setengah tahun untuk disampaikan.
- Kontribusi apa yang ingin Anda berikan kepada dunia perfilman di masa depan?
- Saya percaya industri film yang kuat membutuhkan keragaman. Kita membutuhkan film-film yang sukses secara komersial, tetapi kita juga membutuhkan suara-suara unik, perspektif segar, dan eksperimen yang berbeda. Bagi saya, tema dan genre mungkin berubah dari proyek ke proyek, tetapi ada satu hal yang menurut saya akan saya tekuni untuk waktu yang lama: menjelajahi sudut-sudut tersembunyi jiwa manusia. Saya berharap setiap karya saya mencerminkan pertumbuhan pribadi saya sendiri.
- Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kami yang tulus kepada sutradara Dinh Tuan Vu!
Sumber: https://hanoimoi.vn/dao-dien-dinh-tuan-vu-mot-nen-dien-anh-manh-can-su-da-dang-1160442.html






