Menurut 9to5mac, Apple mengeluarkan peringatan kepada pengguna tentang kerentanan baru yang dieksploitasi untuk menyerang iPhone dengan spyware bayaran.
Pengguna yang berisiko menjadi sasaran telah menerima email dari Apple tentang kemungkinan peretas "mengakses jarak jauh" iPhone mereka.
Menurut Reuters , Apple telah mengeluarkan peringatan kepada pengguna di India dan 91 negara lainnya.
Selain itu, Apple menyarankan pengguna untuk secara proaktif melindungi perangkat mereka dengan memperbarui perangkat lunak ke versi terbaru dan mengaktifkan "Mode Penguncian"—fitur yang menonaktifkan fungsi-fungsi tertentu pada iPhone yang rentan terhadap serangan.
Mode penguncian tersedia bagi pengguna iPhone yang telah memperbarui ke iOS 16.
Untuk mengaktifkan mode ini, langkah 1: buka Pengaturan, lalu Privasi dan keamanan, kemudian pilih Mode pemblokiran.
Langkah kedua, ketuk tombol untuk mengaktifkan mode penguncian. Layar kemudian akan berubah antarmuka, dan pengguna dapat memilih untuk mengaktifkan mode penguncian lagi.
Sistem kemudian akan memulai ulang komputer, dan pengguna akan berhasil menyelesaikan proses tersebut.
Menurut 9to5mac , jenis serangan malware pada iPhone ini seringkali sangat mahal, mencapai jutaan dolar.
Gambar ilustrasi
Sebelumnya, pada tahun 2021, Apple juga berulang kali mengeluarkan peringatan serupa ketika kerentanan baru ditemukan.
Sasaran serangan ini seringkali adalah aktivis politik , pejabat pemerintah, diplomat, dan lain-lain.
Dalam kasus ini, penyerang memasang malware untuk melacak data dan lokasi pengguna.
Selain menambal kerentanan tersebut, Apple juga mengambil tindakan hukum untuk bekerja sama dengan para produsen perangkat lunak mata-mata itu.
NSO Group dari Israel adalah salah satu produsen yang paling terkenal karena kejahatan siber. Pada akhir tahun 2021, Apple menggugat NSO Group atas perannya dalam serangan yang melacak pengguna Apple. Gugatan tersebut masih berlangsung.
Sumber: https://nld.com.vn/vi-sao-apple-gui-canh-bao-khan-den-nguoi-dung-iphone-196240412121753869.htm






Komentar (0)