Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Untuk membuat generasi muda tidak takut lagi membaca buku

Banyak anak muda yang menghabiskan waktu berjam-jam menjelajahi media sosial, menonton video pendek, bermain gim, tetapi ragu untuk membaca. Banyak solusi telah diajukan untuk merangsang minat baca anak muda, tetapi hasilnya belum sesuai harapan.

Báo Đại Đoàn KếtBáo Đại Đoàn Kết30/04/2025


Anak muda di pameran buku di Hanoi .

Beberapa ahli berpendapat bahwa banyaknya anak muda yang "kecanduan" media sosial tetapi malas membaca buku, belum tentu disebabkan mereka tidak gemar membaca, tetapi bisa jadi karena cara buku menyikapinya kurang menarik.

Oleh karena itu, Hari Budaya Buku dan Membaca Vietnam keempat pada tahun 2025 akan berlangsung dari tanggal 15 April hingga 2 Mei di seluruh negeri dengan banyak fitur baru seperti seminar, diskusi, pertukaran pengetahuan tentang tren membaca, berbagi informasi tentang cara menggunakan teknologi dan platform membaca elektronik baru untuk mendorong membaca; mendirikan klub dan kelompok membaca daring untuk membahas karya melalui platform Zoom, Skype, dan Google Meet.

Ini bisa dibilang pesan yang kuat, inisiatif yang tepat di era 4.0. Tidak sulit untuk memahami bahwa banyak anak muda tidak bisa menghabiskan waktu membaca buku, tetapi tetap berselancar di media sosial, menonton video pendek, atau bermain gim... karena informasi yang mereka akses di media sosial begitu kaya dengan konten yang singkat dan mudah dipahami, serta banyak gambar dan video yang hidup. Mereka hanya butuh beberapa menit untuk menonton video atau artikel, sementara membaca buku membutuhkan lebih banyak konsentrasi dan waktu, lebih banyak ketenangan, dan lebih banyak konsentrasi.

Selain itu, jejaring sosial juga memungkinkan pengguna berinteraksi secara instan, memberi mereka rasa terhubung yang konstan, mengekspresikan pandangan dan opini mereka... melalui fitur suka dan komentar. Dapat dikatakan bahwa jejaring sosial memiliki terlalu banyak cara untuk "memanjakan" psikologi pengguna, sementara buku hanya dapat menjangkau mereka dengan beberapa cara tradisional.

Lalu bagaimana cara membangkitkan minat baca? Menurut beberapa ahli, pertama-tama, penting untuk memberikan buku-buku yang benar-benar dekat dan sesuai dengan psikologi serta kebutuhan anak muda, seperti buku tentang pengembangan diri, psikologi, keterampilan hidup, atau kisah-kisah inspiratif. Buku-buku yang membahas isu-isu yang diminati anak muda, seperti cinta, karier, atau kehidupan sehari-hari dengan bahasa yang ringan dan kalimat-kalimat yang singkat juga akan lebih mudah menarik minat mereka.

Selain itu, penerapan teknologi seperti buku audio dan e-book juga akan membuat membaca lebih mudah diakses. Mereview buku di media sosial juga merupakan cara yang efektif. Selain itu, klub buku atau ruang baca yang nyaman dan asri tentu akan membantu anak muda lebih terinspirasi untuk membaca.

Yang lebih penting, jadikan buku sebagai pengalaman yang menyenangkan, sehingga generasi muda mendatangi buku sebagai sebuah penemuan , kebutuhan alami, bukan sebagai kewajiban untuk mencari ilmu pengetahuan secara kaku.

Sebagaimana dikatakan beberapa pakar komunikasi budaya, budaya membaca tidak dapat berkembang jika buku dianggap "berkelas". Oleh karena itu, perlu ada lebih banyak buku yang lebih muda dan trendi, bahkan mungkin buku bergambar, dengan konten yang ringkas namun mendalam. Selain itu, kita juga perlu membawa buku ke dunia digital. Platform seperti TikTok, YouTube, dan Instagram dapat sepenuhnya menjadi wadah penyebaran budaya membaca jika mereka tahu cara menyampaikannya secara cerdas dan kreatif. Pada saat itu, buku sendiri akan memiliki cara untuk menarik minat kaum muda, karena mereka mendekati cara hidup mereka: melalui aplikasi, podcast, jejaring sosial...


Sumber: https://daidoanket.vn/de-nguoi-tre-bot-ngai-doc-sach-10303634.html


Komentar (0)

No data
No data

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk