Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Untuk menjadikan sekolah menengah kejuruan benar-benar 'bernilai'

Sekolah menengah kejuruan akan kesulitan menarik minat siswa jika hanya fokus pada 'pembelajaran di dalam sekolah,' yang mengakibatkan lulusannya masih belum terbiasa dengan lingkungan kerja di dunia bisnis.

Báo Thanh niênBáo Thanh niên18/01/2026

Agar sekolah menengah kejuruan benar-benar relevan, mereka tidak bisa hanya mengandalkan "aturan" atau "model," tetapi harus menjawab pertanyaan praktis: Akankah siswa mampu mendapatkan pekerjaan setelah lulus? Jika jawabannya tetap samar, sekolah menengah kejuruan dengan mudah jatuh ke dalam perangkap yang sudah biasa: program yang menarik dengan sedikit pelatihan praktis dan penekanan yang berat pada teori, yang mengakibatkan lulusan masih belum terbiasa dengan pekerjaan mereka, dan perusahaan seringkali harus melatih mereka kembali.

Oleh karena itu, Pembelajaran Berbasis Kerja (Work-Based Learning/WBL) menjadi jembatan yang sangat diperlukan: bukan hanya untuk sekadar menjalani proses magang, tetapi untuk mengembangkan keterampilan profesional dalam lingkungan nyata – lingkungan yang disiplin, berstandar, memiliki klien, kolega, dan bertanggung jawab.

Để trung học nghề thật sự 'có giá' - Ảnh 1.

Pembelajaran melalui praktik kerja merupakan salah satu unsur wajib dalam program pelatihan sekolah menengah kejuruan.

FOTO: YEN THI

Kunci dari WBL (Workplace-Based Learning) terletak pada pendekatannya yang "wajib", tetapi tanpa paksaan yang kaku. Sebagian pembelajaran wajib dilakukan di lingkungan kerja nyata, cukup untuk mengembangkan keterampilan profesional, disiplin, dan kompetensi; sementara organisasi dapat fleksibel tergantung pada industri, lokasi, dan kapasitas bisnis.

Bagi usaha kecil dan menengah (UKM), fleksibilitas sangat penting agar mereka dapat berpartisipasi tanpa merasa kewalahan. WBL (Work-Based Learning/Pembelajaran Berbasis Kerja) dapat diselenggarakan dalam sesi singkat, selama musim puncak, berdasarkan sistem shift, atau secara rotasi di berbagai lokasi; asalkan peserta didik diberi tugas yang sesuai, menerima bimbingan, dan hasil mereka dicatat dengan benar.

Namun, jika pelaku bisnis dibiarkan bernegosiasi langsung dengan setiap sekolah dan program pelatihan, biaya transaksi akan meningkat. Oleh karena itu, diperlukan "titik koordinasi" lokal: sekolah menengah kejuruan, dewan pengelola kawasan industri, asosiasi industri, atau pusat koordinasi yang ditunjuk. Titik ini menghubungkan kebutuhan, menjadwalkan janji temu, membantu dengan prosedur minimum, memastikan keselamatan, menangani insiden, dan yang terpenting, menjaga kualitas sehingga WBL (Pengembangan Tenaga Kerja dan Bisnis) tidak hanya menjadi tenaga kerja sementara atau dangkal.

Prinsip Kerja-Belajar (Work-Learning/WBL) harus tetap menjadi komponen wajib bagi lulusan sekolah menengah kejuruan untuk mencapai "pekerjaan nyata," tetapi implementasinya harus fleksibel dan berbasis jaringan kolaboratif. WBL tidak boleh diukur berdasarkan jumlah hari yang dihabiskan di lapangan, melainkan berdasarkan pengalaman profesional yang diperoleh dan kompetensi yang dikembangkan dalam lingkungan dunia nyata.

Hal ini menunjukkan bahwa program percontohan sebaiknya diimplementasikan di sektor dan lokasi yang menguntungkan untuk mendapatkan pengalaman, kemudian secara bertahap diperluas ke kelompok industri dengan badan koordinasi yang cukup kuat. Dengan cara ini, usaha kecil dan menengah (UKM) tidak lagi menjadi penghalang tetapi menjadi keuntungan: Banyak usaha kecil akan menciptakan beragam "kesempatan belajar," membantu sekolah menengah kejuruan untuk tetap teguh di pasar tenaga kerja dengan nilai nyata, bukan sekadar slogan kosong.

Sumber: https://thanhnien.vn/de-trung-hoc-nghe-that-su-co-gia-18526011817420728.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Peringatan 80 Tahun A

Peringatan 80 Tahun A

A80

A80

2/9/2025

2/9/2025