Pada pukul 3 pagi tanggal 18 Maret (waktu Vietnam), tiga klub Inggris, Chelsea, Manchester City, dan Arsenal, akan memainkan leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/26 melawan lawan yang sangat kuat: PSG (Chelsea kalah 5-2 di leg pertama), Real Madrid (Manchester City kalah 3-0 di leg pertama), dan Leverkusen (Arsenal bermain imbang 1-1 di leg pertama). Melihat rekor pertemuan mereka di leg pertama, Arsenal memiliki satu-satunya peluang untuk lolos ke babak selanjutnya.

Chelsea gagal bangkit dari kekalahan 2-5 melawan PSG di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/26, karena The Blues kemudian kalah dari Newcastle di kandang sendiri pada putaran ke-30 Liga Premier. Kekalahan ini semakin menghambat upaya Liam Rosenior untuk meraih posisi empat besar.
Sementara Chelsea harus bermain terus menerus, PSG memiliki cukup waktu istirahat sehingga cedera ringan dan kelelahan dari leg pertama dapat hilang. Di laga tandang Liga Champions musim ini, tim Luis Enrique juga tampil mengesankan, memenangkan 3 pertandingan, seri 1, dan hanya kalah 1.
Peluang tim Inggris untuk melaju lebih jauh hampir mustahil. Tersingkir lebih awal dari Liga Champions untuk fokus pada finis empat besar di Liga Premier adalah pilihan paling realistis bagi Chelsea selama krisis ini.

Akankah pertandingan serentak antara Man City dan Real Madrid menjadi pukulan lain bagi sepak bola Inggris? Setelah kalah 3-0 di leg pertama, peluang Man City untuk membalikkan keadaan melawan tim yang secara konsisten memenangkan trofi Liga Champions sangat tipis.
Untuk memiliki harapan bertahan dan mengamankan tempat di semifinal, anak asuh Pep Guardiola perlu menang dengan selisih minimal tiga gol di kandang sendiri, Stadion Etihad, pada pertandingan leg kedua.
Para ahli memprediksi bahwa Manchester City kemungkinan hanya akan mengalahkan Real Madrid dengan selisih 1 atau 2 gol, sehingga tersingkir di babak 16 besar Liga Champions. Tim Madrid sedang kembali ke performa terbaiknya dengan tiga kemenangan beruntun baru-baru ini. Lebih penting lagi, mereka selalu menunjukkan ketenangan yang luar biasa saat berkompetisi di kompetisi paling bergengsi di Eropa.
Kesempatan terakhir Arsenal di Liga Primer sepenuhnya bergantung pada mereka sendiri. Hasil imbang 1-1 di kandang lawan akan menjadi dorongan yang baik karena Arsenal akan bermain di kandang melawan lawan yang relatif lemah dari Bundesliga. Arsenal memiliki peluang jauh lebih tinggi untuk mencapai perempat final daripada Leverkusen.
Sumber: https://baophapluat.vn/dem-dinh-menh-cua-bong-da-anh.html






Komentar (0)