Menjelang akhir tahun, desa-desa pembuat lampion di Hoi An menjadi ramai dengan aktivitas menyambut Tahun Baru Imlek. Lampion-lampion berwarna cerah ini melestarikan tradisi budaya kota kuno yang telah berusia berabad-abad.
Kerajinan pembuatan lampion di Hoi An (Kota Hoi An, Provinsi Quang Nam ) telah ada selama ratusan tahun - Foto: THANH NGUYEN
Kerajinan pembuatan lampion di Hoi An (Kota Hoi An, Provinsi Quang Nam) telah ada selama ratusan tahun, menyediakan mata pencaharian bagi banyak generasi penduduk setempat. Lampion-lampion buatan tangan yang berkilauan ini menerangi atap-atap bangunan kuno, menambah keindahan dan ketenangan Hoi An.
Menurut para pembuat lampion di Hoi An, menciptakan lampion yang sempurna membutuhkan perhatian yang cermat terhadap detail di setiap tahapnya. Mulai dari memilih bambu yang matang, merebusnya hingga matang untuk mencegah serangan serangga, mengeringkannya, dan kemudian mengukirnya hingga tipis, hingga membuat kerangka dan menempelkan kain, setiap langkah menuntut keterampilan dan dedikasi pembuat lampion.
Saat ini, sekitar 40 keluarga di Hoi An masih mempraktikkan kerajinan tradisional pembuatan lampion.
Menurut pengrajin Nguyen Thi Thu Thuy (yang mengelola fasilitas produksi lampion di lingkungan Cam Chau), desa kerajinan ini paling ramai setiap tahunnya pada bulan lunar kedua belas sebagai persiapan menyambut Tahun Baru Imlek. Selain itu, festival-festival seperti Festival Pertengahan Musim Gugur dan Festival Vu Lan juga mengalami peningkatan permintaan lampion.
"Setiap hari, bengkel saya memproduksi lebih dari 200 lampion. Dari bulan November hingga sekarang, ribuan produk telah dikirim ke pasar tepat waktu untuk Tết," ungkap pengrajin Nguyen Thi Thuy Linh.
Pengrajin Nguyen Thi Thu Thuy dengan teliti menyelesaikan sebuah lampion dari kerangka bambu tradisional, sebagai persiapan untuk Tahun Baru Imlek yang akan datang - Foto: THANH NGUYEN
Untuk memenuhi selera pelanggan yang semakin beragam, lampion Hoi An dibuat dalam berbagai desain dan ukuran. Desain sederhana seperti lampion bulat, segi enam, dan segi delapan, serta desain yang lebih kompleks seperti lampion berputar atau lampion berbentuk 12 zodiak, semuanya diproduksi. Secara khusus, lampion bambu lipat saat ini sangat populer karena kemudahan transportasinya.
Beberapa tempat usaha tidak hanya memproduksi lampion tetapi juga menggabungkannya dengan wisata pengalaman, di mana pengunjung dapat mencoba membuat lampion sendiri di bawah bimbingan para pengrajin. Ini adalah cara untuk mempromosikan kerajinan tradisional kepada teman-teman internasional sekaligus menyediakan sumber pendapatan yang stabil bagi masyarakat setempat.
Wisatawan Ngo Quang Quy mengungkapkan: “Saya sangat menyukai lampion Hoi An karena lampion-lampion itu tidak hanya indah tetapi juga berakar kuat dalam budaya tradisional kota kuno tersebut . Saya sering mengajak teman-teman, terutama wisatawan asing, untuk menyaksikan bagaimana cara membuat lampion secara utuh.”
Lampion bukan hanya barang dekoratif; lampion juga membawa jiwa budaya Hoi An. Kerajinan pembuatan lampion tidak hanya terkait erat dengan mata pencaharian generasi penduduk Hoi An, tetapi juga melestarikan identitas budaya tradisional selama ratusan tahun.
Menurut para pembuat lampion di Hoi An, untuk membuat lampion yang sempurna, pengrajin harus dengan teliti menyempurnakan setiap langkah prosesnya. - Foto: THANH NGUYEN
Lampion-lampion dengan berbagai bentuk dan ukuran dipajang dengan terang, menarik perhatian wisatawan setiap kali mereka mengunjungi kota tua - Foto: THANH NGUYEN
Pembuatan lampion tidak hanya terkait erat dengan mata pencaharian generasi masyarakat Hoi An, tetapi juga melestarikan identitas budaya tradisional selama ratusan tahun - Foto: THANH NGUYEN














Komentar (0)