Setelah berkecimpung dalam industri pariwisata selama lebih dari 10 tahun, Kawasan Ekowisata Muoi Ngọt saat ini memiliki ribuan sarang lebah yang tersebar di lebih dari 60 hektar lahan hutan. Meskipun belum dikembangkan secara profesional, pengalaman langsung yang ditawarkan merupakan kekuatan pariwisata Muoi Ngọt. Pengalaman mencicipi madu pasti akan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung.

Bapak Huynh Vu Hoang, yang memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam bidang peternakan lebah, mengatakan: "Mereka yang pergi berburu madu harus menyiapkan semua perlengkapan yang diperlukan seperti: jaring pelindung untuk menghindari sengatan; obor asap yang terbuat dari sabut kelapa untuk mengusir lebah dari sarang; pisau untuk memotong sarang lebah dan wadah untuk madu."

Sebelum memasuki hutan untuk mengumpulkan madu, para pengumpul madu harus menyiapkan obor yang terbuat dari serat kelapa untuk menghasilkan asap guna mengusir lebah.

Perjalanan menuju sarang lebah memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi hutan yang masih mempertahankan keindahan alaminya, bermandikan sinar matahari keemasan dan langit biru yang luas. Udara sejuk dan segar di bawah naungan hutan melaleuca, bersama dengan suara burung, akan memberikan rasa relaksasi dan kedamaian bagi pengunjung. Untuk mencapai sarang lebah, pengunjung harus mengikuti jalan setapak yang berkelok-kelok, menerobos rerumputan dan pepohonan untuk mencapai rumpun melaleuca muda atau rawa-rawa untuk menemukan sarang madu yang manis. Beberapa sarang lebah besar membutuhkan dua orang untuk membawanya. Momen menyaksikan puluhan ribu lebah berkerumun keluar dengan suara dengung dan desisan mereka akan membuat banyak pengunjung merinding, tetapi semakin dekat mereka, semakin mengasyikkan, sebagian karena rasa ingin tahu dan sebagian karena kegembiraan melihat sarang madu keemasan dengan cepat dibuka, dan ketika sarang madu pecah, madu mengalir keluar dalam aliran yang berkilauan—hanya dengan melihatnya saja sudah membuat lidah Anda terasa manis.

Pak Hoang berbagi: "Anda tidak boleh mengambil seluruh sarang lebah. Mereka yang memanen madu selalu meninggalkan sebagian sarang di sudut balok agar lebah dapat membangun kembali sarangnya dan segera pergi sebelum lebah kembali."

Ibu Ta Thi Hong, seorang turis yang ikut dalam perjalanan memanen madu, dengan antusias berkata: "Saya hanya pernah melihat panen madu di TV sebelumnya, tetapi sekarang saya bisa ikut bersama sekelompok turis untuk memanen madu secara langsung. Rasanya menakutkan sekaligus menyenangkan."