![]() |
Maroko telah menjadi tantangan terbesar Kanada sejak awal turnamen. Foto: Reuters . |
Setelah mengamankan kemenangan babak gugur Piala Dunia pertama mereka berkat gol telat dari Stephen Eustaquio melawan Afrika Selatan, Kanada terus menyimpan harapan untuk mencapai tonggak sejarah baru saat mereka menghadapi Maroko di babak 16 besar.
Jesse Marsch dan timnya sedang menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Prancis, tetapi mereka menghadapi lawan yang lebih berpengalaman dan secara luas dianggap lebih unggul.
Kanada memasuki pertandingan dengan penuh percaya diri. Tim Amerika Utara itu telah mencetak gol dalam enam pertandingan berturut-turut dan mengesankan dengan gaya permainan mereka yang energik, terutama tekanan tinggi yang mereka terapkan.
Pelatih Marsch juga menerima kabar baik karena Alphonso Davies telah pulih dari cedera dan siap bersaing untuk mendapatkan tempat di tim inti, sementara Jonathan David tetap menjadi harapan terbesar di lini serang.
Namun, Maroko bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Perwakilan Afrika ini baru saja menyingkirkanBelanda melalui adu penalti dan menjadi tim Afrika pertama yang menang di babak gugur dua Piala Dunia yang berbeda.
Di bawah pelatih baru Mohamed Ouahbi, Maroko telah beralih dari gaya bertahan serangan balik ke pendekatan yang lebih berbasis penguasaan bola dengan formasi 4-2-3-1. Mereka menyelesaikan 801 operan melawan Belanda dan saat ini sedang dalam rentetan sembilan pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi.
Sejarah pun tidak berpihak pada Kanada. Tim Maple Leaf belum pernah mengalahkan Maroko di level tim nasional putra, termasuk kekalahan 1-2 di babak penyisihan grup Piala Dunia 2022. Meskipun demikian, pelatih Marsch menegaskan bahwa ini adalah pertemuan yang sama sekali berbeda, antara dua tim yang telah berubah secara signifikan dibandingkan empat tahun lalu.
Jika Kanada mengalahkan Maroko, mereka akan mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Namun, dengan pengalaman tim yang mencapai semifinal pada tahun 2022 dan skuad pemain berkualitas seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, dan Ismael Saibari, Maroko masih dianggap sebagai kandidat yang lebih kuat untuk lolos ke babak selanjutnya.
Sumber: https://znews.vn/dien-bien-canada-morocco-post1666224.html


























































