Hal ini memberi tekanan signifikan pada sistem kelistrikan nasional, sekaligus meningkatkan kekhawatiran tentang risiko kelebihan beban, kebakaran, dan kenaikan tagihan listrik secara tiba-tiba.

Menerima tagihan listrik bulan Juni 2025 dengan jumlah hampir 5 juta VND, Bapak Nguyen The Hung (Komune Thien Loc) terkejut. "Keluarga saya menggunakan listrik untuk memasak, merawat akuarium, dan penerangan; terutama di hari yang panas, 4 AC menyala sepanjang hari dan malam dengan suhu rendah. Mungkin itu sebabnya tagihan listrik keluarga saya naik," kata Bapak Nguyen The Hung.
Demikian pula, keluarga Bapak Ngo The Manh (kelurahan Thanh Xuan) hanya beranggotakan 4 orang, di mana ia dan istrinya bekerja sepanjang hari, tetapi tagihan listrik di bulan Juni mencapai 4,8 juta VND. Bapak Manh telah menyelidiki dan mengetahui bahwa, selain memasak dan menyalakan TV, anak-anaknya di rumah juga menggunakan AC di 2 kamar sepanjang hari dan malam, terkadang bahkan saat bepergian.
"Saya telah meminta semua anggota keluarga untuk mengubah kebiasaan penggunaan listrik, menghemat uang, dan hanya menggunakan peralatan pendingin ketika benar-benar diperlukan," kata Bapak Manh.
Menurut Perusahaan Listrik Hanoi (EVNHANOI), dalam 7 bulan pertama tahun 2025, konsumsi listrik rata-rata di kota ini mencapai 90.289.082 kWh/hari, meningkat sekitar 3,82% dibandingkan periode yang sama. Khususnya, hanya dalam 4 hari pertama bulan Agustus, konsumsi listrik meningkat sebesar 1.300 MW (meningkat sekitar 27%), menunjukkan bahwa permintaan listrik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Tingkat konsumsi yang tinggi secara tiba-tiba ini tidak hanya memengaruhi sistem pasokan listrik, tetapi juga membuat banyak rumah tangga "resah" ketika tagihan listrik mereka melonjak.
Dalam kondisi yang sangat panas, AC, kipas angin, kulkas, dan sebagainya merupakan perangkat yang sangat dibutuhkan. Namun, penggunaannya yang sembarangan, menyalakan banyak perangkat berdaya tinggi secara bersamaan, tidak mematikannya saat tidak digunakan, atau menyetel suhu AC terlalu rendah merupakan perilaku umum yang membuang-buang listrik. Selain itu, banyak rumah tangga memiliki kebiasaan menyalakan semua perangkat listrik secara bersamaan, terutama pada jam sibuk (11.00-15.30 dan 20.00-23.30), yang dapat menyebabkan kelebihan beban lokal, potensi risiko keselamatan listrik, dan kebakaran. Sementara itu, menurut Berkeley Research Institute (AS), perangkat listrik yang tidak terpakai dan masih terpasang juga mengonsumsi 5-10% listrik yang dikonsumsi setiap rumah tangga.
Menghadapi tekanan pertumbuhan konsumsi listrik yang berkelanjutan, EVNHANOI telah memberikan serangkaian rekomendasi praktis kepada pelanggan, seperti mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan; membatasi penggunaan peralatan listrik berdaya tinggi selama jam sibuk; memilih peralatan berlabel hemat energi; mencabut kabel peralatan saat tidak digunakan; memanfaatkan cahaya alami dan ventilasi alami untuk mengurangi penggunaan AC dan lampu. Selain itu, Perusahaan juga mendorong masyarakat untuk menginstal aplikasi EVNHANOI guna mengontrol konsumsi listrik secara proaktif, dengan menggunakan fungsi "estimasi konsumsi listrik" untuk memilih peralatan yang sesuai.
Listrik merupakan bentuk energi khusus yang tidak dapat disimpan dalam skala besar dan harus selalu diproduksi sesuai kebutuhan konsumsi. Oleh karena itu, setiap tindakan penghematan listrik tidak hanya membantu mengurangi tagihan listrik rumah tangga, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional. Menghemat listrik juga merupakan cara untuk melindungi lingkungan. Mengurangi konsumsi listrik berarti mengurangi emisi gas rumah kaca dari pembangkit listrik termal—penyebab polusi udara dan perubahan iklim. Kebiasaan hemat listrik perlu dimulai dari setiap individu, setiap keluarga, dan disebarluaskan menjadi gaya hidup yang beradab dan bertanggung jawab. Ketika masyarakat bertindak bersama, perubahan akan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan dari sebelumnya.
Mencegah pemborosan listrik bukan hanya solusi sementara di hari yang panas, tetapi juga perlu menjadi perilaku beradab, yang menunjukkan tanggung jawab masyarakat. Karena setiap kilowatt listrik yang dihemat hari ini merupakan kontribusi praktis bagi masa depan stabilitas energi, keamanan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan negara.
Sumber: https://hanoimoi.vn/dien-quy-dung-lang-phi-711835.html
Komentar (0)