
Jejak Dinasti Le Akhir
Terletak di bekas kawasan perumahan Noi, yang sekarang menjadi kawasan perumahan Minh Hoa di kelurahan Nguyen Dai Nang, Pagoda Huong Lai adalah salah satu pagoda kuno yang masih cukup utuh melestarikan nilai-nilai arsitektur, seni, dan sejarah wilayah Kinh Mon kuno.
Setelah bertahan selama lebih dari tiga abad dan melalui berbagai renovasi, kuil ini masih mempertahankan ciri arsitektur uniknya, menjadi tempat ibadah bagi masyarakat dan tempat pelestarian nilai-nilai budaya tradisional setempat.

Berdasarkan sistem prasasti, pilar surgawi, dan peninggalan lain yang terpelihara, Pagoda Huong Lai dibangun pada awal abad ke-18 pada masa Dinasti Le Akhir. Salah satu ciri paling khas dari situs ini adalah gaya arsitekturnya yang langka, di mana denah lantainya disusun dalam bentuk karakter Tionghoa "一" (satu), tetapi atapnya membentuk karakter Tionghoa "工" (pekerjaan). Kombinasi unik ini tidak hanya menciptakan tampilan yang megah dan seimbang untuk keseluruhan struktur, tetapi juga menjadi ciri khas Pagoda Huong Lai di antara pagoda-pagoda kuno di Hai Phong .
Pagoda ini dibangun di atas platform tiga tingkat yang terbuat dari lempengan batu besar, menciptakan struktur yang tinggi dan megah. Menurut kepercayaan Buddha, setiap anak tangga platform juga melambangkan manusia yang secara bertahap menjauh dari dunia fana menuju ruang tenang alam Buddha.
Struktur kayu merupakan ciri khas utama kuil ini. Lima bagian utama terdiri dari enam rangka utama yang terhubung dengan gaya tradisional "chiều giá chiêng". Dua bagian depan dan belakang dirancang dengan sistem kolom, balok, dan rangka yang menciptakan atap lebih tinggi daripada tiga bagian tengah, membentuk delapan atap yang saling terhubung dengan empat atap melengkung yang menjulang tinggi, memberikan tampilan yang megah namun elegan. Sistem 24 kolom beranda yang membentuk beranda segi delapan semakin meningkatkan skala dan kekokohan struktur.

Tidak hanya unik dalam strukturnya, Pagoda Huong Lai juga terkenal dengan ukiran kayunya yang indah. Pada kasau, balok penyangga, dan balok utama, para perajin kuno menggunakan teknik ukiran berlubang dan relief untuk menggambarkan naga, phoenix, kuda mitos, harimau, dan banyak motif tumbuhan, yang mencerminkan gaya artistik Dinasti Le Akhir. Garis-garis yang lembut dan halus serta ekspresivitas yang kaya telah menciptakan karya seni bernilai tinggi, dengan ukiran pada balok utama dianggap sebagai salah satu ukiran terindah dan terawat dengan baik di situs tersebut.
Secara khusus, atap kuil masih mempertahankan banyak genteng lengkung tradisional yang berasal dari abad ke-18, bersama dengan sistem genteng sisik ikan tradisional. Kombinasi material kuno, atap berbentuk "Công", empat lis atap lengkung, dan sistem bubungan dan talang yang dihias dengan terampil menciptakan tampilan kuno dan megah bagi kuil tersebut. Selama ratusan tahun, nilai-nilai arsitektur ini tidak hanya berkontribusi untuk menegaskan keunikan Kuil Huong Lai tetapi juga menjadi sumber informasi yang berharga untuk studi arsitektur dan seni tradisional Vietnam.
Melestarikan banyak artefak berharga.

Selain nilai arsitekturnya, Pagoda Huong Lai juga menyimpan koleksi artefak yang kaya, mencerminkan kehidupan budaya dan keagamaan masyarakat selama berabad-abad. Aula utama saat ini menyimpan 16 patung Buddha yang disusun sesuai dengan praktik ibadah tradisional. Setiap patung memiliki aura uniknya sendiri, menampilkan seni pahat dan teknik penyepuhan yang khas dari setiap periode.
Situs ini juga menyimpan banyak artefak berharga seperti pilar surgawi yang didirikan pada tahun 1735, sebuah prasasti batu yang berasal dari tahun 1715 beserta beberapa prasasti dari dinasti Nguyen, dua lonceng perunggu yang dicetak pada tahun 1831 dan 1920, banyak bait puisi, prasasti besar, pembakar dupa, benda-benda keagamaan, dan artefak kayu kuno. Artefak-artefak ini tidak hanya memiliki nilai sejarah dan artistik, tetapi juga merupakan sumber informasi penting untuk penelitian tentang arsitektur dan budaya tradisional.

Ibu Pham Thi Hoa, Sekretaris Sel Partai wilayah perumahan Noi (dahulu), sekarang wilayah perumahan Minh Hoa, Kelurahan Nguyen Dai Nang, mengatakan: "Meskipun telah melewati berbagai cobaan waktu, Pagoda Huong Lai masih mempertahankan banyak nilai asli dalam hal arsitektur dan artefak. Ini bukan hanya pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat setempat, tetapi juga tempat untuk melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai warisan budaya tanah air kita."
Bersamaan dengan pelestarian nilai-nilai yang melekat, pemerintah setempat secara konsisten mempromosikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga situs bersejarah tersebut, sehingga kuil tersebut dapat terus memainkan perannya sebagai pusat pendidikan budaya, spiritual, dan tradisional bagi generasi mendatang.
Dengan nilai arsitektur dan artistiknya yang luar biasa, pada Februari 2005, Pagoda Huong Lai diklasifikasikan sebagai Monumen Arsitektur dan Seni oleh Komite Rakyat Provinsi Hai Duong (dahulu). Hingga saat ini, pagoda tersebut tidak hanya menjadi tujuan spiritual bagi penduduk setempat dan wisatawan, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan dan menyebarkan nilai-nilai budaya tradisional, menegaskan vitalitas warisan yang abadi dalam kehidupan kontemporer.
TRAN HIENSumber: https://baohaiphong.vn/doc-dao-kien-truc-chua-huong-lai-546730.html










