Mengenakan kostum warna-warni, riasan wajah yang rumit, dan hidung merah yang khas, ratusan badut dan keluarga mereka berpartisipasi dalam parade meriah di jalan-jalan Lima, ibu kota Peru. Suasana meriah yang dipenuhi musik, tawa, dan pertunjukan menghibur, menarik banyak warga lokal dan wisatawan, menciptakan hari penuh sukacita di jantung kota.

Masyarakat Peru mulai merayakan "Hari Badut" pada tahun 1987 untuk memperingati mendiang komedian terkenal Tony Perejil.
Badut Macarroncito Star mengatakan bahwa para seniman selalu ingin membawa tawa dan energi positif kepada orang-orang, terutama mereka yang sedang melewati masa-masa sulit dalam hidup mereka. Menurutnya, setiap penampilan bukan hanya hiburan, tetapi juga cara untuk menyebarkan kebaikan, membantu orang merasa optimis dan semangatnya meningkat.


Suasana meriah terasa kental dengan musik dan pertunjukan yang menghibur, menarik banyak warga lokal dan wisatawan.
Masyarakat Peru mulai merayakan "Hari Badut" pada tahun 1987 untuk memperingati mendiang komedian terkenal Tony Perejil. Ia dikenal sebagai "badut kaum miskin" karena sering tampil gratis di lingkungan kelas pekerja miskin di Lima untuk membawa kegembiraan bagi anak-anak dan kaum kurang mampu, sekaligus mengumpulkan dana untuk mendukung komunitas tersebut.
Meskipun tidak diakui sebagai hari libur resmi di Peru, "Hari Badut" telah mendapat perhatian publik yang luas selama bertahun-tahun.

"Hari Badut" terus menerima perhatian publik yang luas selama bertahun-tahun.
Bagi banyak warga Peru, ini bukan hanya kesempatan untuk merayakan seni pertunjukan jalanan, tetapi juga kesempatan untuk mengingat nilai tawa, optimisme, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan modern.
>>> Silakan saksikan HTV News pukul 8 malam dan Program Dunia 24 Jam pukul 8:30 malam setiap hari di HTV9.
Sumber: https://htv.vn/doc-dao-le-hoi-ton-vinh-nhung-chu-he-tai-peru-222260527100416386.htm








Komentar (0)