Duta budaya membaca Dang Nguyen Ngoc Nhi |
Ngoc Nhi adalah duta budaya membaca Hue tahun 2024 dan pada upacara peluncuran kontes Duta Budaya Membaca 2025 di Kota Hue pada suatu hari di akhir April, kisah anak muda ini mendapat pujian dan tanggapan dari mereka yang hadir.
Berbicara di depan semua orang, Nhi yakin bahwa pasti dalam ingatan setiap orang ada halaman-halaman pertama buku, mungkin dongeng dengan peri dan pangeran, atau sajak untuk berlatih mengeja. Nhi pun tak terkecuali. Dari halaman-halaman buku yang masih berbau kertas baru, Anda seolah tersesat di dunia magis, dunia yang menjadi saksi perjalanan pendewasaan Anda sendiri.
"Buku bukan sekadar baris kata yang tercetak di atas kertas, melainkan seperti pendongeng bisu, guru yang sabar membimbing saya menemukan banyak hal baru dalam hidup ini. Begitulah, saya tumbuh besar bersama halaman-halaman buku, dan kecintaan saya pada kata-kata pun tumbuh seiring waktu. Itulah sebabnya saya segera menyadari manfaat membaca," ungkap Nhi.
Dalam perjalanannya menekuni membaca, Nhi mulai menghargai pepatah filsuf Rene Descartes: "Membaca buku yang bagus bagaikan berbincang dengan orang-orang paling terkemuka di masa lampau." Pepatah ini tak hanya menekankan nilai pengetahuan, tetapi juga menyiratkan adanya hubungan spiritual, sebuah komunikasi yang melampaui segala batasan waktu dan ruang yang dibawa oleh membaca.
Semangat itulah yang menabur benih kecintaan Ngoc Nhi terhadap sastra dan membaca budaya. Ia membaca berbagai genre dan menemukan nilai di setiap halamannya.
Membaca buku membantu orang melakukan perjalanan kembali ke masa lalu. |
"Membaca "Truyen Kieu" karya Nguyen Du, kita berbincang dengan hati yang tulus, pandangan yang jernih tentang takdir manusia dalam masyarakat feodal. Membaca "Perang dan Damai" karya Lev Tolstoy, kita mendengarkan perkembangan sejarah yang kompleks, pergulatan jiwa manusia sebelum perubahan besar. Setiap karya adalah "suara" yang terpisah, berkontribusi pada simfoni polifonik budaya manusia," pungkas Nhi.
Nhi menganggap perjalanan menekuni setiap karya sebagai perjalanan kembali ke masa lalu. Perjalanan itu adalah kesempatan bagi Anda untuk "berbincang" dengan para pemikir hebat, berhati mulia, dan berjiwa sama. Melalui lembaran-lembaran buku, Anda tidak hanya mempelajari pengetahuan tetapi juga memupuk jiwa, memperluas wawasan, dan menjadi lebih kaya. "Oleh karena itu, membaca adalah kebutuhan spiritual yang esensial, sebuah ciri budaya yang indah yang perlu dihargai dan dipupuk," Nhi mengungkapkan.
Berbagi lebih lanjut tentang kualitas anak muda di era baru, Nhi juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada organisasi-organisasi yang menyelenggarakan kompetisi terkait budaya membaca. Bagi Nhi, ini bukan hanya kesempatan untuk mengekspresikan kecintaannya pada buku, tetapi juga untuk bertukar pikiran dan belajar dengan teman-teman yang memiliki minat yang sama.
"Saya berharap kalian semua menjadikan buku sebagai teman perjalanan menuju kedewasaan, sebagai kunci universal untuk membuka pintu ilmu pengetahuan dan menjelajahi dunia," imbuh Nhi, seraya berharap kontes Duta Budaya Membaca 2025 akan menemukan wajah-wajah luar biasa yang akan terus mengobarkan semangat membaca dalam diri kita masing-masing.
N. MINH
Sumber: https://huengaynay.vn/van-hoa-nghe-thuat/thong-tin-van-hoa/doc-sach-la-hanh-trinh-nguoc-thoi-gian-153222.html
Komentar (0)