![]() |
Green Streets mengalami kekalahan 0-2, tetapi itu cukup untuk mencegah mereka terdegradasi. |
Pada putaran terakhir Liga Nasional Maladewa pada tanggal 4 Februari, Klub Valencia menyelesaikan tugas mereka dengan mengalahkan lawannya 2-0. Namun, hasil tersebut tidak cukup untuk memberi mereka kendali atas nasib mereka sendiri. Untuk menghindari degradasi, Valencia harus menunggu rival langsung mereka, Green Streets, kalah dengan selisih minimal empat gol di pertandingan terakhir mereka.
Skenario itu tidak terjadi pada hari berikutnya. Green Streets tidak dapat menurunkan jumlah pemain yang dibutuhkan saat pertandingan dimulai, sehingga pertandingan mereka dinyatakan kalah. Menurut peraturan liga, hasilnya adalah kekalahan 0-2 untuk Green Streets, dan kemenangan diberikan kepada New Radiant Sports Club.
Club Valencia terdegradasi setelah kalah dari Green Streets berdasarkan selisih gol, dengan kedua tim memiliki poin yang sama. Ini menandai kali kedua dalam delapan tahun Club Valencia terdegradasi dari liga utama di Maladewa. Tim tersebut sebelumnya terdegradasi pada tahun 2018 sebelum kembali promosi ke divisi teratas setelah memenangkan gelar Divisi Kedua pada tahun 2020.
![]() |
Valencia terdegradasi setelah rival mereka mengundurkan diri dari kompetisi. |
Dalam pernyataan yang dirilis setelah insiden tersebut, Club Valencia menyatakan keprihatinan mendalam, menyatakan bahwa tindakan Green Streets menunjukkan tanda-tanda sengaja mengeksploitasi aturan kompetisi, bahkan mungkin pengaturan pertandingan. Tim tersebut meminta Asosiasi Sepak Bola Maladewa (FAM) untuk melakukan investigasi menyeluruh guna melindungi hak-hak klub, para pemainnya, dan tim peserta lainnya. Valencia juga menyatakan kes readiness-nya untuk membawa masalah ini ke FIFA dan AFC jika perlu.
Sebaliknya, Green Streets membantah semua tuduhan. Dalam pernyataan resmi, klub tersebut menegaskan bahwa tidak ada dasar atau bukti yang menunjukkan mereka sengaja meninggalkan pertandingan.
Green Streets mendesak media dan publik untuk menahan diri dari spekulasi dan menunggu kesimpulan resmi dari FAM, menekankan komitmen mereka terhadap integritas dan nilai-nilai sepak bola Maladewa.
Hasil tersebut terus memicu kontroversi sengit di kalangan sepak bola Maladewa. Banyak yang berpendapat bahwa pertandingan babak final seharusnya diadakan secara bersamaan untuk menghindari skenario kontroversial yang dapat memengaruhi keadilan dan transparansi turnamen.
Sumber: https://znews.vn/doi-bong-chau-a-bo-cuoc-de-tru-hang-post1626442.html








Komentar (0)