Caen, kota asal Mbappe, sedang dalam krisis. |
Caen terdegradasi ke divisi ketiga Prancis (National 1) setelah finis terakhir di Ligue 2 pada musim 2024/25. Tim tersebut hanya berhasil meraih 5 kemenangan dan memiliki pertahanan terburuk di liga, kebobolan 58 gol.
Menurut RMC Sport , Caen sedang bersiap untuk menerapkan serangkaian langkah penghematan biaya untuk memperketat pengeluaran mulai musim 2025/26. Ini adalah langkah yang tak terhindarkan sebelum klub menjalani tinjauan penting oleh DNCG, otoritas pengawas keuangan sepak bola Prancis. Tim tersebut dapat kehilangan kelayakan untuk bermain di liga profesional jika gagal menstabilkan keuangannya.
Caen diperkirakan akan mengurangi anggaran operasionalnya dari 15 juta euro menjadi sekitar 8-10 juta euro untuk musim National 1 mendatang. Ini menandai pertama kalinya sejak 1984 Caen tidak berkompetisi di salah satu dari dua liga teratas sepak bola Prancis. Klub ini telah bermain di Ligue 2 selama enam tahun, sejak terdegradasi dari Ligue 1 pada tahun 2019.
![]() |
Mbappe bertemu dengan para pemain Caen pada bulan Februari. |
Kylian Mbappe mengakuisisi 80% saham Caen melalui perusahaan investasinya pada Juli 2024. Keputusan untuk mengganti pelatih tiga kali dalam satu musim, termasuk Nicolas Seube, Bruno Baltazar, dan Michel Der Zakarian, menyebabkan Caen kehilangan stabilitas. Tak satu pun dari pelatih tersebut mampu menyelamatkan situasi Caen.
Para penggemar Caen mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Mbappe. Mereka membentangkan spanduk yang mengkritik sang bintang atas kemerosotan klub.
Sementara itu, Mbappe belum memberikan komentar terkait masalah ini. Saat ini ia sedang berlatih bersama tim nasional Prancis sebagai persiapan untuk semifinal Nations League melawan Spanyol pada pagi hari tanggal 6 Juni.
Sumber: https://znews.vn/doi-cua-mbappe-sa-thai-hang-loat-post1558347.html







Komentar (0)