Ke mana pun kamu tersandung, ingatlah...
Sebuah rumah pedesaan sederhana di tengah hijaunya pepohonan.
Atap genteng penampung air hujan
Dinding berkapur yang ditutupi lumut
Burung-burung merpati berkicau di dekat atap, mengajakku untuk terus mencari langit biru dan telur-telur burung jalak.
Ke mana pun kamu tersandung, ingatlah...
Bunga kupu-kupu kuning, ixora merah
Halaman rumah masa kecilku, bermandikan sinar matahari siang musim panas yang menyilaukan.
Anak-anak yang tidak mengenakan penutup kepala berebut aroma jambu biji.
Suara ayam jantan berkokok di kejauhan
Ke mana pun kamu tersandung, ingatlah...
Sebuah dongeng tentang malam musim panas yang tenang, sebuah lagu pengantar tidur.
Baju compang-camping dari daun pisang itu berkibar-kibar tertiup angin.
Kunang-kunang berkelap-kelip dan menari merayakan bulan.
Dengan baik...
Ke mana pun kamu tersandung, ingatlah ini.
Sumur di desa itu secara tak sengaja memantulkan bayangan saya.
Ketahuilah bahwa aku sudah melewati masa kejayaanku, Nak.
Selamanya
Gambaran tentang tanah kelahiran saya akan tetap abadi...
Sumber: https://baodaklak.vn/van-hoa-du-lich-van-hoc-nghe-thuat/van-hoc-nghe-thuat/202504/dom-dom-dem-he-a500612/






Komentar (0)