
Personalisasikan pengalaman perjalanan Anda.
Pada tahun 2024, industri pariwisata Vietnam mengalami pemulihan yang pesat, menyambut sejumlah besar pengunjung, dengan 17,5 juta wisatawan internasional, meningkat 38,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023; wisatawan domestik diperkirakan mencapai 110 juta. Total pendapatan dari pariwisata diperkirakan mencapai sekitar 840 triliun VND, meningkat 23,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Menurut Nguyen Anh Tuan, Direktur Institut Penelitian Pengembangan Pariwisata (Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam, Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata ), pencapaian ini berkat kebijakan pemerintah yang tepat waktu, upaya pemerintah daerah, dan kerja sama serta keterkaitan yang efektif antar berbagai unit.
Sembari mengakui perkembangan luar biasa industri pariwisata Vietnam, Bapak Nguyen Anh Tuan juga mencatat bahwa industri ini masih akan menghadapi banyak kesulitan dan tantangan, termasuk kenaikan harga, perubahan tren perjalanan, dan persaingan dari era teknologi dan AI.

Dalam menilai tren pariwisata di tahun 2025, Profesor Madya Pham Hong Long, Kepala Departemen Pariwisata di Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora, meyakini bahwa setelah pandemi Covid-19, tren pariwisata telah berubah secara signifikan, dengan fokus pada individualisasi. Wisatawan akan semakin mencari pilihan perjalanan kelompok kecil seperti keluarga dan teman, atau pengalaman mandiri. “Wisatawan akan lebih menyukai pengalaman langsung menjelajahi alam, budaya lokal, dan wisata kesehatan. Banyak yang akan memilih perjalanan mandiri, yang akan menjadi tantangan bagi bisnis pariwisata untuk meningkatkan layanan dan produk mereka baik dari segi harga maupun pengalaman baru,” ujar Profesor Pham Hong Long.
Berbicara di sela-sela konferensi, Nguyen Tien Dat, Wakil Presiden Asosiasi Pariwisata Hanoi, mengatakan bahwa saat ini, dengan teknologi modern dan dukungan AI, wisatawan dapat dengan mudah mencari dan memesan paket wisata murah dan menarik. Ini akan menjadi tantangan besar bagi bisnis pariwisata. "Membangun paket kombo atau mendesain produk sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok pelanggan dan tren (seperti menyelenggarakan acara musik, tur menjelajahi destinasi berdasarkan film populer) akan menjadi pendekatan yang efektif," kata Bapak Nguyen Tien Dat.
Bagaimana cara kita menarik pelanggan secara efektif?
Salah satu isu yang diangkat dalam seminar "Pariwisata di Era Harga Tinggi" adalah masalah penipuan dan penyamaran identitas yang dihadapi oleh pelaku bisnis dan wisatawan. Nguyen Hoai Thu, Direktur cabang Saigon Tourist di Hanoi, menyarankan agar wisatawan memilih agen perjalanan yang bereputasi baik saat membeli produk dan layanan, memeriksa situs web perusahaan untuk nomor telepon layanan pelanggan, dan menghubungi mereka secara langsung daripada membeli secara online dari sumber yang tidak dikenal.

Menghadapi tantangan ini, para ahli dan pelaku bisnis pariwisata telah mengusulkan solusi untuk menarik wisatawan mengikuti tren baru. Menurut Tran Kim Qui, Wakil Direktur Jenderal FLC Hotel and Resorts, perusahaan telah mengembangkan paket kombo lengkap untuk berbagai segmen pelanggan, memungkinkan check-in lebih awal, kebijakan pembatalan dan penundaan yang fleksibel, serta promosi musiman. Saat ini, perusahaan sedang berkolaborasi dengan penyedia transportasi seperti maskapai penerbangan dan kereta api untuk menciptakan paket dengan harga menarik sambil tetap memastikan layanan standar. Misalnya, paket kombo lengkap mencakup tiket pesawat dan akomodasi dari Kota Ho Chi Minh ke Ha Long, dari Hanoi/Kota Ho Chi Minh ke Quy Nhon (Binh Dinh); atau pengalaman perjalanan kereta api "gratis" ke Quy Nhon. Selain itu, perusahaan telah mengembangkan paket wisata pengalaman komprehensif yang mencakup akomodasi, relaksasi, dan makan. "Dengan perkembangan pesat teknologi AI, kami mengharuskan karyawan kami untuk mengikuti tren dan menggunakan berbagai aplikasi AI untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja," kata Tran Kim Qui.
Menurut Nguyen Hoai Thu, Direktur cabang Saigon Tourist di Hanoi, selain mendorong pariwisata domestik, perusahaan telah mengembangkan strategi untuk menarik wisatawan mancanegara (pengunjung asing). Secara khusus, perusahaan berfokus pada menarik wisatawan kapal pesiar. “Tahun ini, kami memperkirakan wisatawan internasional dengan daya beli tinggi akan datang dari Eropa, AS, dan lain-lain. Kami akan meluncurkan produk yang menawarkan pengalaman unik kepada wisatawan untuk menjelajahi budaya lokal serta menemukan makanan khas lokal terbaik,” ujar Ibu Hoai Thu.
Pada lokakarya tersebut, para ahli juga menawarkan berbagai solusi bagi daerah dan organisasi untuk menarik wisatawan secara berkelanjutan dan menghindari ketergantungan pada musim tertentu. Profesor Madya Pham Hong Long menyarankan bahwa koordinasi dan berbagi informasi antar pelaku bisnis destinasi, agen perjalanan, dan penyedia akomodasi diperlukan dalam menyelenggarakan acara untuk merangsang permintaan dan mempromosikan pengalaman wisata budaya dan spiritual. Menurut Nguyen Anh Tuan, Direktur Institut Penelitian Pengembangan Pariwisata, penyedia akomodasi harus menerapkan kebijakan untuk merangsang permintaan pada hari kerja dan selama musim sepi sehingga wisatawan dapat menikmati wisata pada hari kerja, bukan hanya akhir pekan atau musim ramai.
Pada tahun 2025, industri pariwisata Vietnam menargetkan untuk menyambut 22-23 juta pengunjung internasional dan 120-130 juta pengunjung domestik. Ini adalah target yang tinggi mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi industri ini. Namun, para ahli pariwisata percaya bahwa dengan upaya seluruh industri, target yang ditetapkan dapat tercapai.
Sumber: https://hanoimoi.vn/don-dau-khach-du-lich-thoi-bao-gia-696379.html






Komentar (0)