Gempa bumi berkek强度 6,7 skala Richter melanda Pulau Sulawesi (Indonesia tengah) pada tanggal 16 Juni, menurut laporan ABC News .
Getaran hebat tersebut menyebabkan warga di Palu dan sekitarnya, ibu kota provinsi Sulawesi Tengah dengan populasi sekitar 400.000 jiwa, bergegas ke tempat terbuka untuk berlindung. Banyak rumah sakit juga memindahkan pasien ke luar ruangan untuk memastikan keselamatan mereka, termasuk mereka yang menerima cairan infus.
![]() |
Para pasien dan keluarga mereka berkumpul di luar Rumah Sakit Samaritan setelah dievakuasi menyusul gempa bumi berkek magnitude 6,7 di Palu, Indonesia, pada 16 Juni. Foto: Antara. |
Gambar dari lokasi kejadian menunjukkan banyak bangunan yang rusak parah, dengan atap yang sebagian runtuh, dinding yang retak, dan puing-puing berserakan di jalanan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai besarnya kerusakan, jumlah korban jiwa, dan mereka yang telah dievakuasi.
"Kami mengevakuasi semua tamu dari hotel, termasuk mereka yang masih berada di kamar mereka," kata Effendi Natali, manajer umum sebuah hotel bintang empat di Palu.
"Semua orang panik, yang merupakan reaksi alami terhadap gempa bumi, tetapi semua orang selamat," kata Natali, menambahkan bahwa hotel tersebut hanya mengalami kerusakan ringan.
Gempa awal berpusat sekitar 43 km di sebelah tenggara Palu. Survei Geologi AS melaporkan bahwa gempa terjadi pada kedalaman sekitar 10 km. Sejumlah gempa susulan terjadi setelahnya, yang terkuat berkekuatan 5,2 pada skala Richter.
Warga juga mengungsi dari daerah pesisir sebagai tindakan pencegahan terhadap risiko gempa bumi yang dapat menyebabkan tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia menyatakan tidak ada risiko tsunami, tetapi memperingatkan bahwa gempa susulan masih dapat terjadi.
“Guncangan akibat gempa bumi sangat kuat. Kami masih trauma dengan gempa sebelumnya, jadi kami memilih untuk tetap berada di luar ruangan karena takut akan gempa susulan,” kata Muhtar Ahmad, seorang warga Palu.
Indonesia terletak di banyak zona patahan seismik, sehingga gempa bumi dan aktivitas vulkanik sering terjadi.
Banyak orang di Sulawesi masih dihantui oleh gempa bumi berkek magnitude 7,5 yang menghancurkan Palu pada tahun 2018, menyebabkan tsunami setinggi hingga 3 meter dan likuifaksi tanah, di mana tanah kehilangan stabilitas dan ambles.
Lebih dari 4.000 orang tewas, banyak di antaranya terkubur di bawah reruntuhan ketika tanah longsor menyapu seluruh kawasan permukiman.
Pada Januari 2021, gempa bumi dahsyat berkek强度 6,2 skala Richter melanda dekat Kota Mamuju di Pulau Sulawesi, menewaskan sedikitnya 100 orang. Ribuan orang tidur di luar ruangan selama berhari-hari karena takut akan gempa susulan.
Sumber: https://znews.vn/dong-dat-6-7-do-richter-rung-chuyen-indonesia-post1660220.html








