Gempa bumi terjadi di lepas pantai Mindanao, dekat kota General Santos, pada kedalaman 60 km, menurut Survei Geologi Jerman (GFZ). Badan seismologi Filipina PHIVOLCS dan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengatakan tidak ada tsunami yang diperkirakan akan terjadi.
Langit-langit yang rusak di sebuah pusat perbelanjaan di General Santos setelah gempa bumi berkek magnitude 6,7. Foto: AFP
Amor Mio, kepala polisi kota Koronadal, dekat pusat gempa, mengatakan tidak ada laporan korban jiwa tetapi petugas sedang memeriksa sebuah pusat perbelanjaan yang diyakini mengalami kerusakan.
Mio mengatakan melalui telepon: “Para staf telah diperintahkan untuk dievakuasi demi keselamatan mereka. Menurut polisi di daerah tersebut, telah terjadi kerusakan yang signifikan, tetapi kami belum dapat menentukan tingkat kerusakan pastinya.”
Direktur PHIVOLCS, Teresito Bacolcol, mengatakan kepada stasiun radio DZRH bahwa intensitas gempa tersebut "merusak, jadi kita dapat memperkirakan kerusakan." Dia mengatakan gempa tersebut berlangsung beberapa detik dan memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gempa susulan hingga magnitudo 6,2.
Penyiar radio Leny Aranego di General Santos mengatakan gempa bumi merusak dinding dan menjatuhkan komputer dari meja. "Kami melihat dinding retak dan komputer berjatuhan," kata Aranego kepada stasiun radio DZRH.
Michael Ricafort, seorang ekonom di RCBC, mengatakan dalam sebuah unggahan Facebook bahwa penumpang di bandara General Santos City telah dievakuasi ke landasan pacu.
Gempa bumi sering terjadi di Filipina, sebuah negara yang terletak di "Cincin Api," yaitu sabuk vulkanik yang mengelilingi Samudra Pasifik dan wilayah yang sangat rawan aktivitas seismik.
Huy Hoang (menurut AFP, AP, Reuters)
Sumber








