
Foto: Facebook/The Monitor Mindanao Today
Selain korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP) juga mengeluarkan pemberitahuan mendesak untuk menangguhkan sementara semua operasi di Bandara Internasional General Santos guna menilai keselamatan infrastruktur dan peralatan navigasi. Keputusan ini mengakibatkan pembatalan langsung setidaknya 17 penerbangan domestik, dan penumpang disarankan untuk menghubungi maskapai penerbangan mereka secara langsung untuk mendapatkan informasi terbaru tentang jadwal.
Terkait peringatan tsunami, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyatakan bahwa ancaman tersebut pada dasarnya telah berlalu lima jam setelah diaktifkan. Gelombang tsunami, yang tingginya sekitar 1 meter, yang tercatat di Sultan Kudarat dan Sarangani dipastikan tidak menyebabkan korban jiwa atau kerusakan lebih lanjut.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan pemerintah memfokuskan semua sumber daya pada upaya penyelamatan dan tanggap darurat.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/dong-dat-tai-philippines-it-nhat-19-nguoi-thiet-mang-post856427.html








