Dengan "6 prinsip yang jelas" yang diterapkan secara menyeluruh dalam bimbingan dan manajemen, banyak daerah dengan cepat menstabilkan organisasi mereka, meningkatkan rasa tanggung jawab para pejabat dan pegawai negeri sipil, dan bergerak menuju administrasi yang profesional dan transparan yang lebih baik melayani masyarakat dan bisnis. Observasi di kelurahan Chơn Thành dan komune Bom Bo menunjukkan perubahan positif sejak hari-hari pertama pengoperasian model baru tersebut.
Profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab

Di Departemen Ekonomi, Infrastruktur, dan Pembangunan Perkotaan Kelurahan Chơn Thành, setiap hari kerja dimulai dengan para pejabat, pegawai negeri sipil, dan karyawan melakukan absensi menggunakan sistem pengenalan wajah. Praktik ini telah menjadi hal yang biasa, berkontribusi pada gaya kerja yang lebih profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.
Menurut Bapak Le Tan Binh, Kepala Dinas Ekonomi, Infrastruktur, dan Perencanaan Kota Kelurahan Chon Thanh, penerapan teknologi untuk mengelola jam kerja bukan hanya tentang mengontrol jadwal tetapi juga tentang menciptakan keadilan dalam mengevaluasi staf. Selain pengingat rutin selama rapat, unit tersebut telah menerapkan sistem pencatat waktu pengenalan wajah untuk memantau jam kerja. Anggota staf menggunakan pengenalan wajah saat tiba dan berangkat. Sistem ini juga mencatat lembur, memastikan pencatatan waktu yang transparan dan adil. Dengan disiplin administrasi yang lebih ketat, efisiensi kerja telah meningkat secara signifikan. Setiap anggota staf lebih proaktif dalam menjalankan tugasnya, mengurangi aktivitas pribadi selama jam kerja, dan memastikan bahwa tugas profesional dan prosedur administrasi diselesaikan sesuai jadwal.
Selain mengatur jam kerja, distrik Chơn Thành juga telah mereformasi metode evaluasi stafnya, dengan fokus pada efisiensi kerja sebagai ukuran utama. Melalui sistem teknologi informasi, seluruh proses penanganan dokumen dipantau secara ketat; setiap keterlambatan dan tanggung jawab individu diidentifikasi dengan jelas. Hal ini membuat evaluasi staf lebih objektif dan transparan, daripada bergantung pada perasaan subjektif seperti sebelumnya.
Bapak Nguyen Anh Tai, Ketua Komite Rakyat Kelurahan Chon Thanh, meyakini bahwa dengan menerapkan model pemerintahan daerah dua tingkat, beban kerja di tingkat kelurahan dan kecamatan meningkat secara signifikan. Hal ini menuntut setiap pejabat untuk mengubah pola pikir mereka dari manajemen menjadi pelayanan.
"Kami selalu menekankan bahwa setiap pejabat dan pegawai negeri sipil harus menggunakan efisiensi kerja dan kepuasan warga serta pelaku usaha sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi kompetensi dan tanggung jawab mereka sendiri. Kepala lembaga dan unit harus proaktif meninjau pekerjaan, menetapkan tugas secara ilmiah , dan pada saat yang sama bertanggung jawab atas berkas-berkas yang belum terselesaikan," ujar Bapak Tai.
Menurut para pemimpin Kelurahan Chơn Thành, tujuan pemerintah daerah adalah membangun sistem administrasi yang berorientasi pada pelayanan, profesional, modern, terbuka, dan transparan. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah daerah berfokus pada implementasi tiga kelompok solusi utama: meningkatkan kualitas staf dengan menekankan tanggung jawab, dinamisme, dan kedekatan dengan masyarakat; mempromosikan reformasi prosedur administrasi yang terkait dengan transformasi digital dan menyederhanakan proses kerja; dan meningkatkan akuntabilitas, serta segera menerima dan menangani semua masukan dan saran dari warga dan pelaku usaha. Secara khusus, tingkat kepuasan warga akan dianggap sebagai kriteria penting dalam mengevaluasi kualitas pejabat dan pegawai negeri sipil serta dalam kinerja KPI tahunan.
Memberikan tanggung jawab kepada setiap pejabat.

Di komune Bom Bo, semangat memperketat disiplin dan ketertiban administrasi telah diterapkan secara komprehensif. Baru-baru ini, para pemimpin komune secara rutin menyelenggarakan inspeksi mendadak terhadap departemen-departemen khusus. Inspeksi tersebut tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap jam kerja, pakaian, dan gaya kerja, tetapi juga berkonsentrasi pada kualitas penanganan prosedur administrasi dan sikap melayani masyarakat. Untuk setiap berkas yang tertunda, penyebabnya diidentifikasi dengan jelas, dan tanggung jawab spesifik diberikan kepada setiap individu yang bertanggung jawab. Hasil pemrosesan berkas juga berfungsi sebagai dasar untuk mengevaluasi dan memberi peringkat pejabat dan pegawai negeri sipil secara bulanan dan triwulanan.
Bapak Le Van Chanh, warga Dusun 6, Komune Bom Bo, sangat mengapresiasi perubahan dalam pengoperasian aparatur administrasi setelah penerapan model pemerintahan dua tingkat. Beliau sangat setuju dengan cara Pusat Pelayanan Administrasi Publik menangani pekerjaannya. Stafnya antusias, ramah, dan menangani tugas dengan cepat dan efisien. Dibandingkan sebelumnya, proses pengurusan prosedur jauh lebih cepat, dan masyarakat merasa lebih nyaman untuk bepergian.
Menurut Nguyen Van Phat, Ketua Komite Rakyat Komune Bom Bo, prinsip utama pemerintah daerah adalah menugaskan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat, sesuai dengan kekuatan mereka; menggunakan efisiensi kerja dan kepuasan warga sebagai ukuran untuk mengevaluasi pejabat. Setiap bulan, Komite Rakyat Komune meninjau semua berkas yang diproses secara elektronik untuk menyusun statistik tentang jumlah berkas yang diproses tepat waktu dan yang terlambat, sehingga dapat menilai tanggung jawab setiap pejabat yang bertanggung jawab di setiap bidang.

Yang perlu diperhatikan, pihak berwenang setempat juga bertekad untuk mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang mengizinkan banyak permohonan yang terlambat diproses atau menerima banyak pengaduan dari warga. "Jika pejabat mengizinkan banyak permohonan yang terlambat diproses atau menerima banyak pengaduan dari warga, kami akan mempertimbangkan untuk memindahkan mereka ke posisi lain untuk meningkatkan tanggung jawab mereka dalam menjalankan tugas," tegas Bapak Phat.
Jelas terlihat bahwa pengetatan disiplin dan ketertiban administrasi di Kota Dong Nai diimplementasikan melalui solusi spesifik, yang menghubungkan tanggung jawab setiap pejabat dan pegawai negeri sipil dengan hasil kerja mereka dan tingkat kepuasan masyarakat. Ini bukan hanya persyaratan dalam reformasi administrasi tetapi juga fondasi untuk membangun pelayanan publik yang profesional dan transparan, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan menciptakan momentum bagi pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan.
Sumber: https://baotintuc.vn/thoi-su/dong-luc-nang-tam-phuc-vu-dan-20260623131255640.htm








