"Usia tujuh puluh tahun adalah usia yang langka" - Pembelajaran AI yang menyenangkan
Di sebuah ruangan seluas hampir 20 meter persegi di kantor pusat Kelurahan 36, Komune Hanh Thong, banyak lansia mengikuti kelas "Titik Sentuh Digital", dilengkapi dengan ponsel pintar dan semangat belajar.

Ibu Mai Thi Hau (79 tahun), Ketua Asosiasi Lansia di Kelurahan 36, berbagi: “Ada 355 lansia di kelurahan ini. Sebelumnya, saya hanya tahu cara menggunakan Zalo dan Facebook untuk menghubungi anak dan cucu saya. Sejak mengikuti kelas “Titik Sentuh Digital”, saya secara bertahap menjadi terbiasa dengan teknologi dan sekarang dapat menggunakan beberapa aplikasi AI untuk bekerja. Saya merasa masih mengikuti perkembangan zaman digital, jadi saya sangat senang.”
Ibu Nguyen Thi Dung, Wakil Sekretaris Cabang Partai dan Kepala Kelurahan 36, mengatakan bahwa kelurahan tersebut memiliki lebih dari 3.000 penduduk dengan 1.023 rumah tangga. Anggota Tim Teknologi Digital Komunitas secara konsisten membimbing warga tentang utilitas praktis seperti pencarian informasi, pembayaran pajak elektronik melalui eTax Mobile, dan pelacakan online kemajuan pemrosesan dokumen. Melihat manfaat teknologi, warga menjadi lebih proaktif dalam berpartisipasi dalam sesi pelatihan.
Di "Pusat Literasi Digital dan Ruang Budaya Digital Ho Chi Minh " di dalam kompleks kantor pusat Komite Partai Kelurahan Hanh Thong, puluhan lansia tekun berlatih menggunakan komputer. Bapak Nguyen Thanh Liem (71 tahun), yang tinggal di kawasan perumahan 14, menggunakan aplikasi AI Gemini untuk mempelajari konten yang berkaitan dengan buku panduan anggota Partai elektronik. Menurut Bapak Liem, banyak lansia di daerah tersebut telah aktif mendaftar untuk mengikuti kelas AI yang diselenggarakan oleh kelurahan, sehingga dapat mengakses lebih banyak pengetahuan yang bermanfaat dan mempermudah pekerjaan sehari-hari mereka.
Menurut Bapak Tran Thach Bao Khanh, anggota Tim Teknologi Digital Komunitas di Kelurahan 36, membekali masyarakat, terutama lansia, dengan pengetahuan teknologi sangatlah penting. Hal ini juga menjadi motivasi beliau untuk bergabung dengan Tim Teknologi Digital Komunitas, guna mendukung masyarakat dalam menggunakan teknologi secara lebih efektif dan aman.
Berkeliling dari jalan ke jalan, mengetuk setiap pintu.
Kota Ho Chi Minh menerapkan program "AI untuk Warga - AI普及 for Citizens" untuk periode 2025-2030, dengan tujuan melatih 2 juta warga dalam bidang AI pada tahun 2030. Pada fase awal (2026-2027), program ini bertujuan untuk membantu setidaknya 100.000 warga per tahun menguasai keterampilan dasar AI melalui kombinasi kelas tatap muka dan daring.
Ibu Nguyen Thi Thu Suong, Kepala Departemen Pengembangan Sains dan Teknologi (Departemen Sains dan Teknologi Kota Ho Chi Minh), mengatakan bahwa departemen tersebut berkolaborasi dengan Google, AMD, dan Canva untuk membangun sistem materi pembelajaran visual dan mudah diakses, meminimalkan jargon teknis sehingga orang dapat dengan cepat mengenal AI.
Mengenai pendekatan lokal, Wakil Ketua Komite Rakyat Kelurahan Hanh Thong, Nguyen Thi Thu Yen, mengatakan bahwa untuk mendukung masyarakat dalam proses transformasi digital dan penerapan AI dalam kehidupan dan pekerjaan mereka, kelurahan tersebut telah membentuk 54 Tim Teknologi Digital Komunitas dengan 216 anggota. Dukungan tersebut berfokus pada membimbing masyarakat untuk masuk ke Portal Layanan Publik Nasional, memulihkan kata sandi VNeID yang terlupakan, dan mengajukan permohonan secara daring. Sejak awal tahun, hampir 49.000 orang telah berhasil menerapkan teknologi digital.
Saat ini, selain lebih dari 29.000 anggota Tim Teknologi Digital Komunitas yang dilatih untuk mengimplementasikan program di tingkat akar rumput, banyak universitas dan perguruan tinggi di Kota Ho Chi Minh juga berpartisipasi dalam mempopulerkan AI dan keterampilan digital untuk masyarakat melalui tim relawan. Selama kampanye musim panas 2026, Universitas Nasional Vietnam Ho Chi Minh City memobilisasi lebih dari 4.000 relawan untuk mendukung transformasi digital di tingkat akar rumput; di antaranya, tim "Musim Panas Digital" memiliki hampir 1.000 relawan yang secara langsung membimbing masyarakat dalam menggunakan platform digital, aplikasi AI, dan melakukan prosedur administrasi daring. Universitas, perguruan tinggi, dan sekolah kejuruan di kota tersebut juga membentuk tim serupa, menarik lebih dari 10.000 relawan.
Dr. Nguyen Xuan Hong, Wakil Rektor Universitas Industri Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa universitas telah mengerahkan 1.000 tentara sukarelawan untuk mendukung daerah setempat sejak awal Juni. Menurut Bapak Nguyen Dang Khoa, Wakil Sekretaris Serikat Pemuda Kota dan Presiden Asosiasi Mahasiswa Kota Ho Chi Minh, anggota serikat pemuda akan "mendatangi rumah-rumah warga," membimbing mereka untuk mengakses layanan publik daring, platform digital, dan aplikasi AI dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/dua-ai-den-voi-moi-nguoi-post857731.html







