Baru-baru ini, desainer Huong Vai meluncurkan koleksinya "Ibu Kota Kekaisaran - Pho Hien: Seribu Tahun Kemakmuran". Mengenai inspirasinya, ia berkata: "Jika Thang Long kuno adalah jantung negara, maka Pho Hien, dengan pusat perdagangannya yang pernah ramai, adalah simbol kemakmuran, keanggunan, dan integrasi. Pho Hien kuno - kota Hung Yen saat ini - juga merupakan tanah 'tempat suci dan orang-orang terkemuka' dengan sejarah dan budaya yang kaya, tempat banyak pahlawan dan tokoh terkemuka berkumpul. Saat ini, setiap kali disebut, pepatah 'pertama Ibu Kota Kekaisaran, kedua Pho Hien' membangkitkan kebanggaan pada penduduk Hung Yen."

Perancang busana Huong Vai (tengah) dan para model
Koleksi ini menampilkan kristal berkilauan yang dipasang dengan teliti oleh para pengrajin terampil pada setiap pakaian, menyoroti motif yang menggambarkan wilayah Pho Hien kuno dan modern. Koleksi ini menggabungkan berbagai macam material, mulai dari sutra dan sifon berkualitas tinggi hingga beludru, menciptakan beragam gaya dan memungkinkan pemakainya untuk mengekspresikan diri dalam berbagai situasi.
Melalui koleksi ini, sang desainer ingin menyampaikan pesan: "Mari kita lestarikan dan promosikan budaya tradisional bangsa kita agar dapat bertahan dan berkembang. Setiap wanita yang mengenakan ao dai tidak hanya memamerkan kecantikannya tetapi juga melestarikan jiwa bangsa. Mari kita bekerja sama untuk menyebarkan, melestarikan, dan menghargai nilai-nilai budaya ini karena nilai-nilai inilah yang menjadi daya tarik unik Vietnam."
Sumber: https://phunuvietnam.vn/dua-hinh-anh-pho-hien-len-ao-dai-2025060409341059.htm








