
Salah satu kegiatan Perpustakaan Provinsi yang bertujuan mengembangkan budaya membaca adalah menyelenggarakan layanan perpustakaan keliling untuk siswa sekolah dasar di kelurahan Long Xuyen. Foto: PHUONG LAN
Di era teknologi yang berkembang pesat dan platform hiburan daring, melestarikan dan mempromosikan kebiasaan membaca menjadi isu yang mendesak. Buku tidak hanya membantu memperluas pengetahuan tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter, menumbuhkan pemikiran kritis, dan membangun gaya hidup positif bagi setiap orang, terutama generasi muda.
Untuk mempromosikan gerakan membaca dan membangun masyarakat pembelajar, Perpustakaan Provinsi menyelenggarakan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Budaya Buku dan Membaca Vietnam ke-5 tahun 2026 dengan tema "Buku - Pengetahuan - Aspirasi untuk Pembangunan Nasional". Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menghargai nilai buku dalam pembelajaran dan penelitian, tetapi juga menegaskan peran pembentukan kebiasaan membaca di masyarakat.
Puncak rangkaian acara ini adalah pameran buku dan surat kabar, yang berlangsung dari tanggal 10 April hingga 20 Mei 2026 di Perpustakaan Provinsi, menampilkan banyak tema bermakna seperti: memperingati ulang tahun ke-51 Pembebasan Vietnam Selatan dan penyatuan kembali negara; ulang tahun ke-72 Kemenangan Dien Bien Phu; dan buku-buku tentang keterampilan hidup, kewirausahaan, dan aplikasi teknologi. Ruang ini menarik banyak siswa untuk berkunjung dan membaca, terutama di akhir pekan. Banyak siswa secara proaktif mencari ruang baca sebagai bentuk hiburan yang sehat, menunjukkan bahwa kebutuhan akan akses terhadap pengetahuan di sekolah tetap kuat.
Seiring dengan inisiatif-inisiatif ini, berbagai kegiatan interaktif diselenggarakan untuk para siswa. Kompetisi "MC Muda - Menyebarkan Budaya Membaca", untuk siswa berusia 6 hingga 15 tahun, yang diadakan di kelurahan Rach Gia, memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengasah keterampilan presentasi, kemampuan improvisasi, dan berbagi buku favorit mereka. Sementara itu, kontes melukis di tas kanvas dengan tema "Buku - Sumber Inspirasi Kreatif" di kelurahan Long Xuyen menarik banyak siswa sekolah dasar, sehingga menumbuhkan pemikiran estetika dan kecintaan terhadap buku.
Untuk memastikan bahwa budaya membaca tidak hanya menjadi aktivitas sementara tetapi benar-benar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan, peran pendukung keluarga dianggap sangat penting. Menjelang liburan musim panas, menciptakan lingkungan membaca yang sehat di mana anak-anak dapat "belajar sambil bermain" dan membatasi ketergantungan mereka pada permainan daring menjadi perhatian banyak orang tua.
Ibu Nguyen Y Nhi, seorang warga Kelurahan Binh Duc, mengatakan bahwa setiap akhir pekan ia berusaha meluangkan waktu untuk mengajak anak-anaknya ke toko buku atau perpustakaan. Alih-alih membiarkan anak-anaknya terlalu lama bermain ponsel, ia mendorong mereka untuk membaca buku tentang keterampilan hidup, cerita sejarah Vietnam, atau buku sains yang menyenangkan. “Musim panas ini, saya berencana membaca satu buku bersama anak-anak saya setiap minggu dan meluangkan waktu untuk mendiskusikan isinya. Saya menemukan bahwa membaca membantu anak-anak meningkatkan kosakata mereka, meningkatkan konsentrasi mereka, dan merangsang pemikiran kreatif,” kata Ibu Nhi.
Senada dengan pandangan tersebut, Bapak Tran Van Phung, seorang orang tua yang anaknya berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan di Perpustakaan Provinsi, percaya bahwa taman bermain bertema buku merupakan lingkungan pendidikan yang bermanfaat bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat mereka dan menjadi lebih percaya diri dalam berkomunikasi. Menurut Bapak Phung, menanamkan kebiasaan membaca adalah investasi berkelanjutan untuk masa depan anak-anak mereka.
Berdasarkan pengalaman mengajarnya, Bapak Truong Kinh Nhon, seorang guru di Sekolah Dasar Phu Hoa A di komune Phu Hoa, percaya bahwa peran guru dalam mendekatkan buku kepada siswa sangat penting. Menurut Bapak Nhon, dalam setiap pelajaran, guru perlu dengan terampil menggabungkan cerita-cerita indah dan pelajaran berharga dari buku untuk menumbuhkan karakter siswa. Pada saat yang sama, guru harus proaktif memperkenalkan buku-buku yang sesuai untuk mendorong siswa membaca.
Memperkenalkan karya-karya penulis dari An Giang, khususnya penulis muda lokal, membantu membangkitkan rasa bangga terhadap tanah air dan menciptakan rasa kebersamaan di kalangan siswa. Selain itu, kolaborasi antara guru wali kelas dan staf perpustakaan dalam menjaga sesi membaca rutin juga membuahkan hasil positif.
Berkat implementasi berbagai solusi yang terkoordinasi, gerakan membaca di sekolah telah mengalami banyak perubahan yang luar biasa. Menurut Bapak Nhon, siswa tidak hanya lebih menikmati membaca tetapi juga antusias untuk berpartisipasi dalam kegiatan kreatif seperti mendesain sampul buku dan menggambar berdasarkan buku. Lingkungan ini membantu mereka mengubah pengetahuan dari halaman buku menjadi emosi dan warna kehidupan yang semarak.
Dalam masyarakat modern, dengan berbagai bentuk hiburan baru yang ada, menumbuhkan budaya membaca membutuhkan upaya bersama dari keluarga, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan. Ketika setiap buku menjadi teman di masa kanak-kanak, budaya membaca tidak hanya akan tetap menjadi sebuah gerakan tetapi secara bertahap akan menjadi bagian integral dari kehidupan, membentuk fondasi bagi generasi yang kaya akan pengetahuan, keterampilan, dan aspirasi.
PHUONG LAN
Sumber: https://baoangiang.com.vn/dua-van-hoa-doc-vao-doi-song-a487118.html








Komentar (0)