Di ruang kantor, tanaman dalam pot tidak hanya membantu memurnikan udara tetapi juga berfungsi sebagai penenang mental untuk mengurangi stres secara efektif. Untuk menjaga kesegarannya, banyak orang menggunakan ampas teh bekas sebagai pupuk organik.
Namun, tidak semua tanaman cocok untuk jenis pupuk alami ini. Memahami karakteristik daun teh dan kebutuhan setiap jenis tanaman kantor akan membantu mereka tumbuh lebih sehat dan lebih hijau.
Jenis tanaman kantor apa yang cocok untuk menggunakan ampas teh bekas?
Ampas teh bekas mengandung banyak bahan organik, nitrogen, fosfor, kalium, dan mineral mikro lainnya. Saat terurai, ampas teh bekas cenderung meningkatkan keasaman tanah (menurunkan pH). Karena karakteristik ini, ampas teh bekas menjadi sumber nutrisi yang sangat baik untuk tanaman yang lebih menyukai lingkungan tanah yang sedikit asam hingga netral.

Ampas teh bekas pakai merupakan pupuk yang mudah didapat di kantor. (Foto: iStock)
Namun, menuangkan daun teh basah langsung ke tanaman di kantor adalah kesalahan serius. Kelembapan berlebihan dari daun teh segar dengan mudah menciptakan kondisi untuk pertumbuhan jamur, menarik serangga kecil seperti lalat buah, dan mencekik akar. Untuk penggunaan yang aman, Anda harus mengeringkan daun teh sebelum mencampurnya ke dalam tanah, atau mengomposkannya untuk melepaskan nutrisi secara optimal.
Berikut 5 jenis tanaman yang cocok untuk dipupuk dengan ampas teh bekas:
Pohon uang
Pohon uang, simbol kekayaan dan keberuntungan, umumnya ditemukan di sebagian besar ruang kantor dan lobi. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang sedikit asam dengan drainase yang baik.
Saat Anda mencampurkan sejumlah sedang daun teh kering ke dalam tanah untuk menanam tanaman sirih gaharu, bahan organik tersebut akan membantu melonggarkan tanah, sehingga efektif mencegah pemadatan.
Kandungan nitrogen dalam ampas teh bekas merangsang pertumbuhan daun, membantu daun mempertahankan tampilan khasnya yang mengkilap, hijau tua, dan segar. Cukup sebarkan lapisan tipis ampas teh bekas kering di permukaan atau campurkan secara merata ke dalam tanah, hindari mengaplikasikannya terlalu dekat dengan akar tanaman.

Tanaman uang yang diberi pupuk daun teh akan tumbuh subur. (Foto: FarmerAlzamic)
Tanaman Pothos
Pothos adalah tanaman kantor yang populer berkat pertumbuhannya yang pesat dan sifat pemurnian udaranya yang sangat baik. Baik itu pothos hijau, pothos kuning, atau pothos imperial, semuanya lebih menyukai tanah yang lembap, kaya humus, dan sedikit asam.
Ampas teh bekas merupakan sumber nutrisi yang kaya dan merangsang pertumbuhan pesat sistem akar tanaman pothos. Jika akarnya sehat, tanaman akan lebih banyak bercabang dan menghasilkan daun lebih teratur.
Untuk tanaman pothos, selain mencampurkan daun teh kering ke dalam tanah, Anda juga dapat menggunakan air teh yang telah diencerkan (dan benar-benar dingin) untuk menyiram tanaman seminggu sekali sebagai pengganti air biasa.
Anggrek Italia
Dengan keindahan yang elegan dan bunga putih bersihnya, anggrek Italia sering diletakkan di meja atau ambang jendela kantor. Tanaman ini lebih menyukai kondisi lembap dan membutuhkan banyak nutrisi untuk mempertahankan siklus berbunga yang teratur.
Anggrek Italia tumbuh subur di tanah yang sedikit asam, kondisi yang sangat cocok untuk ampas teh bekas. Mineral dalam ampas teh bekas membantu memperkuat pigmentasi daun dan memberikan energi tambahan bagi tanaman untuk menghasilkan bunga yang lebih tahan lama.
Catatan khusus mengenai anggrek Italia: karena tanaman ini sensitif terhadap penyakit jamur, Anda harus menggunakan daun teh yang benar-benar kering untuk menghindari kerusakan pada sistem akar tanaman yang halus.
Pisau berlubang
Tanaman lidah mertua terkenal karena kemampuan bertahan hidupnya yang luar biasa, tumbuh subur dalam kondisi cahaya redup dan jarang disiram seperti di lingkungan kantor. Meskipun tidak terlalu membutuhkan nutrisi yang banyak, tanaman lidah mertua merespons dengan sangat positif terhadap penambahan ampas teh bekas.

Dengan perawatan yang tepat, tanaman lidah mertua akan tumbuh sangat cepat. (Foto: GrowHub)
Senyawa organik yang terurai lambat dari daun teh menyediakan jumlah kalium dan fosfor yang tepat, membantu lobus daun tanaman lidah mertua menjadi kuat, tegak, dan mencegahnya layu di pangkal.
Warna kuning pada tepi daun juga menjadi lebih tajam dan lebih cerah di bawah lampu neon. Karena tanaman lidah mertua tidak tahan genangan air, Anda hanya perlu memupuknya dengan daun teh kering sesekali, sekitar sekali setiap 1-2 bulan.
Bambu Keberuntungan
Tanaman bambu keberuntungan menarik perhatian dengan bercak-bercak merah muda dan merah yang cerah yang berpadu dengan latar belakang daun hijau. Untuk mempertahankan warna merah yang mencolok ini di lingkungan yang kekurangan sinar matahari alami, seperti kantor, tanaman ini membutuhkan rangkaian mikronutrien yang cukup khusus.
Tanah untuk menanam bambu keberuntungan perlu memiliki keasaman sedang agar tanaman dapat dengan mudah menyerap ion logam yang memberi warna pada daunnya. Daun teh bertindak sebagai pengatur pH alami yang ideal. Setelah beberapa waktu pemupukan dengan daun teh, Anda akan melihat bahwa daun bambu keberuntungan yang baru tumbuh memiliki warna yang lebih kaya dan lebih cerah.
Catatan tentang penggunaan ampas teh bekas sebagai pupuk untuk tanaman.
Meskipun ampas teh bekas menawarkan banyak manfaat luar biasa, penggunaan yang tidak tepat di lingkungan tertutup seperti kantor dapat menjadi kontraproduktif dan membahayakan tanaman Anda.
Pertama, jangan sekali-kali menggunakan daun teh yang dicampur dengan gula atau susu. Kotoran ini merupakan penyebab utama menarik semut, kecoa, dan lalat buah untuk menyerbu tempat kerja Anda, dan juga menyebabkan akar tanaman membusuk dengan sangat cepat.
Kedua, kendalikan jumlahnya. Kantor biasanya ber-AC, yang memperlambat laju penguapan air dari tanah dibandingkan dengan di luar ruangan. Oleh karena itu, menggunakan terlalu banyak ampas teh akan membuat tanah lengket, menahan air lebih lama, dan menyebabkan pertumbuhan jamur. Rasio idealnya adalah mencampur ampas teh hanya dengan sekitar 5% hingga 10% dari total tanah dalam pot.

Ampas teh bekas harus dikeringkan sepenuhnya sebelum digunakan sebagai pupuk untuk tanaman dalam pot. (Foto: iStock)
Terakhir, selalu perhatikan kondisi tanaman. Jika Anda melihat benang putih (jamur) muncul di permukaan tanah atau daun menunjukkan penguningan yang tidak biasa, hentikan pemupukan dengan daun teh, gemburkan tanah agar terjadi aerasi, dan pindahkan tanaman dalam pot ke dekat jendela dengan cahaya alami dan ventilasi agar tanah cepat kering.
Memanfaatkan ampas teh bekas dengan benar bukan hanya tindakan hidup ramah lingkungan dan perlindungan lingkungan, tetapi juga rahasia untuk menjaga kantor Anda tetap dipenuhi dengan tanaman hijau segar.
Sumber: https://vtcnews.vn/dung-ba-tra-bon-loai-cay-van-phong-nao-la-tot-nhat-ar1019723.html







Komentar (0)