Departemen Keamanan Informasi ( Kementerian Informasi dan Komunikasi ) baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar berhati-hati dengan unggahan atau informasi yang tidak diketahui asalnya di media sosial, khususnya masyarakat perlu memeriksa keaslian informasi tentang artis.
Jangan pernah mengikuti instruksi atau melakukan transfer uang kepada orang asing. Jangan pernah memberikan informasi pribadi sensitif dalam bentuk apa pun. Jangan pernah mengklik tautan yang tidak dikenal.
Jangan bagikan nomor rekening bank, kode OTP, kata sandi, atau informasi sensitif apa pun.
Jika ada dugaan penipuan, masyarakat perlu segera melapor ke pihak berwajib atau lembaga perlindungan konsumen agar segera mendapat dukungan, penyelesaian, dan pencegahan.
Departemen Keamanan Informasi (Kementerian Informasi dan Komunikasi) mengeluarkan peringatan tentang peniruan identitas penyanyi dan artis untuk melakukan penipuan.
Sebelumnya, aktor Khoi Tran menjadi "mangsa" orang jahat, dengan menyamar sebagai orang terkenal, menggunakan teknologi AI untuk memalsukan gambar, suara, dan melakukan panggilan video untuk menipu orang.
Aktor tersebut mengatakan bahwa seseorang bernama NVS menggunakan gambarnya dan membuat akun Facebook palsu untuk melakukan penipuan.
Yang lebih parah, pelaku ini menggunakan teknologi AI untuk memalsukan gambar, suara, dan panggilan video guna membangun kepercayaan dengan korban, lalu menipu korban agar mentransfer uang.
Setelah berhasil mengambil uang tersebut, penipu memblokir akun media sosial korban. Beberapa korban mengira itu akun asli sang aktor dan melontarkan hinaan kasar.
Situasi artis terkenal yang ditiru untuk tujuan buruk di jejaring sosial telah menjadi masalah akhir-akhir ini.
Oleh karena itu, karakteristik umum halaman palsu adalah seringnya menambahkan kata "resmi" atau "FC" secara ambigu, atau tanda centang biru palsu tepat di samping nama artis. Tindakan ini secara langsung merusak reputasi dan citra artis.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)