Menurut laporan EVN, total kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini lebih dari 80.000 MW, menempati peringkat pertama di kawasan ASEAN. Dari jumlah tersebut, EVN dan unit-unit anggotanya menyumbang hampir 30.000 MW, mewakili lebih dari 37%. EVN saat ini sedang membangun 3 proyek pembangkit listrik utama dengan total kapasitas lebih dari 2.200 MW, telah memulai 146 proyek, dan menyelesaikan 163 proyek jaringan 110-500 kV. Pada tahun 2024, EVN berupaya untuk memastikan pasokan listrik dengan output listrik komersial sebesar 262,26 miliar kWh dan siap untuk skenario tinggi sebesar 269,3 miliar kWh. Total investasi di seluruh grup diproyeksikan sebesar VND 101.911 miliar; untuk memastikan keseimbangan keuangan, pelestarian, dan pengembangan modal negara.
Dalam konferensi tersebut, Perdana Menteri Pham Minh Chinh sangat mengapresiasi dimulainya proyek jalur transmisi 500 kV sirkuit 3 dari Quang Trach (Quang Binh) ke Pho Noi ( Hung Yen ) oleh EVN. Namun, menurut Perdana Menteri, masih banyak kekurangan yang perlu diatasi, seperti terjadinya kekurangan listrik lokal; investasi dan pekerjaan konstruksi belum mencapai target yang direncanakan; beberapa proyek pembangkit listrik dan jaringan berjalan lambat; dan beberapa anggota Partai, pejabat, dan karyawan unit dalam grup tersebut telah dikenai sanksi disiplin atau dituntut.
Menurut Perdana Menteri , kesulitan yang saat ini dihadapi sektor kelistrikan lebih merupakan masalah insidental dan situasional daripada masalah sistemik. Mengenai target tahun 2024, Perdana Menteri menekankan tiga tujuan: memastikan sepenuhnya tidak ada kekurangan listrik untuk produksi, bisnis, dan konsumsi dalam keadaan apa pun; mengelola dan mengoperasikan sektor kelistrikan, terutama penetapan harga, sesuai dengan prinsip pasar tetapi dengan kebijakan yang menguntungkan penerima manfaat kesejahteraan sosial; dan merestrukturisasi EVN sesuai dengan prinsip pasar, menyeimbangkan keuangan, meningkatkan produksi dan bisnis, serta mengatasi kesulitan dan tantangan.
Secara khusus, EVN harus belajar dari insiden tahun 2023 dan menghindari terjadinya insiden terbanyak selama periode cuaca panas puncak. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan jalur transmisi sirkuit 3 500 kV dari Quang Trach ke Pho Noi paling lambat Juni 2024. Bersamaan dengan itu, perusahaan harus melakukan restrukturisasi, menata kembali keuangan, aset, dan sumber daya manusianya. Perusahaan harus menerapkan rencana restrukturisasi perusahaan sesuai dengan skema restrukturisasi EVN untuk periode 2021-2025, termasuk model Pusat Pengendalian Sistem Tenaga Listrik Nasional (A0).
Perdana Menteri juga mengomentari usulan terkait amandemen Keputusan 24/QD-TTg tentang mekanisme penyesuaian harga rata-rata listrik ritel dan Keputusan 28/QD-TTg tentang struktur tarif listrik ritel. Selain itu, beliau meminta unit-unit terkait untuk segera menyelesaikan berkas yang akan diserahkan kepada Pemerintah sesuai dengan peraturan tentang mekanisme untuk mendorong pengembangan tenaga surya atap yang diproduksi dan dikonsumsi sendiri; dan untuk menyerahkan kepada otoritas yang berwenang untuk dipertimbangkan dan diputuskan amandemen Undang-Undang Kelistrikan, termasuk ketentuan tentang energi terbarukan, dan Undang-Undang tentang Pengelolaan dan Penggunaan Modal Negara yang Diinvestasikan dalam Produksi dan Bisnis di Perusahaan.
Tautan sumber






Komentar (0)