![]() |
Endrick tidak bermain melawan Maroko, tetapi ia menjadi nama yang paling banyak dibicarakan di kalangan penggemar Brasil. |
Ketika Brasil gagal mengalahkan Maroko dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026, salah satu topik paling kontroversial setelah pertandingan tersebut tidak ada hubungannya dengan taktik atau hasil pertandingan. Sebaliknya, semua perhatian terfokus pada Endrick, striker muda yang tidak diberi kesempatan bermain oleh Carlo Ancelotti.
Sepanjang 90 menit di Stadion MetLife, Endrick beberapa kali melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Namun, momen yang ditunggunya tak kunjung tiba. Pelatih Ancelotti menggunakan setiap opsi lain di lini serang tetapi tetap menempatkan striker Real Madrid itu di bangku cadangan selama sisa pertandingan.
Keputusan ini dengan cepat memicu gelombang perdebatan di Brasil.
Menurut data dari Brandwatch, Endrick menghasilkan lebih dari 31.000 interaksi media sosial setelah pertandingan melawan Maroko. Angka ini bahkan melampaui Vinicius Junior, pemain yang mencetak gol pembuka untuk Brasil di Piala Dunia 2026.
Di Instagram, akun Endrick mendapatkan hampir 600.000 pengikut hanya dalam satu hari. Tingkat pertumbuhan ini lebih tinggi daripada gabungan pertumbuhan Neymar dan Vinicius dalam periode yang sama.
Reaksi dari para penggemar menunjukkan bahwa Endrick memiliki tempat khusus di hati para pendukung Brasil.
Di usia 19 tahun, striker ini dianggap sebagai perwakilan generasi baru Selecao. Setiap kali tim nasional menghadapi kesulitan dalam menyerang, nama Endrick selalu disebut-sebut. Hal ini sebagian mencerminkan kepercayaan yang diberikan para penggemar kepada pemain muda yang saat ini mengenakan seragam Real Madrid.
![]() |
Keputusan pelatih Carlo Ancelotti untuk tidak menurunkan Endrick memicu kontroversi setelah hasil imbang 1-1 Brasil di Piala Dunia 2026. |
Setelah pertandingan, Ancelotti menolak berkomentar secara spesifik tentang Endrick. "Saya tidak berbicara tentang pemain tertentu. Saya berbicara tentang seluruh tim. Kami tidak bermain bagus di babak pertama tetapi meningkat di babak kedua. Brasil memiliki peluang, tetapi perlu memanfaatkannya dengan lebih baik," kata pelatih asal Italia itu.
Jawaban tersebut tidak meredakan kontroversi. Sebaliknya, hal itu justru meningkatkan perhatian yang diberikan kepada Endrick.
Patut dicatat bahwa setiap kali Endrick diberi kesempatan sejak melakukan debutnya untuk tim nasional Brasil pada tahun 2023, ia selalu meninggalkan jejaknya.
Striker kelahiran 2006 ini telah mencetak empat gol dan memberikan satu assist untuk tim nasional. Semua gol dan assist tersebut tercipta saat Brasil tertinggal atau tidak mampu memberikan perbedaan di lapangan.
Tentu saja, angka-angka tersebut tidak cukup untuk menjamin posisi sebagai pemain inti. Namun, angka-angka tersebut cukup untuk menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Ancelotti memanfaatkan sumber daya penyerangannya.
Piala Dunia selalu menjadi turnamen yang penuh momen tak terlupakan. Bagi Endrick, momen itu belum tiba. Namun setelah hasil imbang melawan Maroko, ia mungkin menjadi pemain pengganti paling populer di Brasil.
Terkadang, seorang pemain bisa menjadi tokoh utama dalam sebuah cerita bahkan tanpa harus tampil di lapangan.
Sumber: https://znews.vn/endrick-thang-lon-du-khong-duoc-ancelotti-su-dung-post1660089.html






























































