
Uni Eropa memperluas kerangka hukumnya untuk sanksi terhadap Iran terkait Selat Hormuz - Gambar: Reuters
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada 22 Mei, Dewan Uni Eropa mengatakan bahwa amandemen tersebut didasarkan pada pembatasan yang sudah ada terhadap Iran di blok tersebut.
Berdasarkan kerangka kerja yang diperbarui, Uni Eropa dapat menjatuhkan sanksi kepada individu dan entitas yang terlibat dalam atau mendukung tindakan dan kebijakan Iran jika Uni Eropa menganggap mereka mengancam keamanan maritim di kawasan tersebut.
Langkah-langkah tersebut mencakup larangan perjalanan, pembekuan aset, dan larangan bagi warga negara dan bisnis Uni Eropa untuk memberikan uang, aset keuangan, atau sumber daya ekonomi kepada mereka yang dikenai sanksi.
Iran belum menanggapi keputusan Dewan Uni Eropa tersebut.

Uni Eropa telah menangguhkan tarif pupuk selama satu tahun untuk mendukung sektor pertanian blok tersebut (Sumber gambar: AP).
Dalam perkembangan lain pada hari yang sama, badan tersebut mengumumkan penangguhan sementara tarif selama satu tahun untuk pupuk yang mengandung nitrogen utama, seperti urea dan amonia.
Keputusan ini bertujuan untuk meminimalkan dampak krisis di Timur Tengah terhadap sektor pertanian Uni Eropa.
Menurut pernyataan Dewan, langkah ini diharapkan dapat menghemat sekitar 60 juta euro bagi petani Uni Eropa dan industri pupuk dalam bentuk pajak impor.
Penangguhan sementara tarif ini tidak berlaku untuk produk pupuk yang diimpor dari Rusia atau Belarus, dan akan berlaku setelah pengumuman resmi.
Saat ini, Uni Eropa mengimpor pupuk dalam jumlah besar tanpa bea masuk dari negara-negara yang mendapat perlakuan istimewa. Namun, blok tersebut masih harus mengimpor sejumlah besar produk ini dengan tarif mulai dari 5,5% hingga 6,5%.
Silakan saksikan HTV News pukul 8 malam dan Program Dunia 24 Jam pukul 8:30 malam setiap hari di HTV9.
Sumber: https://htv.vn/eu-mo-rong-trung-phat-iran-222260523185430165.htm











Komentar (0)