
Dalam laporan yang baru dirilis, FAO menyatakan bahwa tanpa intervensi yang efektif, jumlah antibiotik yang digunakan dalam peternakan di seluruh dunia dapat meningkat sekitar 30% pada tahun 2040. Organisasi tersebut menekankan bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat mempercepat resistensi antibiotik, yang memengaruhi kesehatan hewan dan manusia.
FAO meyakini bahwa biaya untuk menanggapi resistensi antibiotik di masa depan akan jauh melebihi biaya investasi dalam solusi pencegahan saat ini. Laporan tersebut juga memprediksi bahwa kawasan Asia-Pasifik akan menyumbang sebagian besar penggunaan antibiotik global dalam peternakan. Namun, peningkatan produktivitas, sistem perawatan kesehatan hewan, dan manajemen pertanian yang efektif dapat secara signifikan mengurangi kebutuhan antibiotik sekaligus tetap menjamin ketahanan pangan.
Sumber: https://quangngaitv.vn/fao-canh-bao-van-de-khang-thuoc-khang-sinh-6521141.html








