![]() |
Wasit VAR sedang dalam penyelidikan. |
Wasit VAR asal Australia, Shaun Evans, membuat gestur kontroversial. Saat kamera mengarah ke posisi Evans, ia membuat gestur tangan yang sangat diperdebatkan. Dalam siaran langsung sebelum pertandingan dimulai, Evans menatap langsung ke kamera dan membuat tanda "OK" dengan ibu jari dan jari telunjuknya.
Ini adalah isyarat umum yang digunakan untuk menyatakan persetujuan atau menyiratkan bahwa semuanya baik-baik saja. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa organisasi dan ahli telah memperingatkan bahwa simbol ini dapat dieksploitasi oleh kelompok ekstremis untuk makna lain.
Insiden tersebut dengan cepat memicu beragam reaksi di media sosial. FIFA dikabarkan telah meninjau video tersebut dan bahkan meluncurkan penyelidikan untuk mengklarifikasi tujuan sebenarnya dari tindakan tersebut.
Sebelumnya, di Olimpiade Paris 2024, seseorang yang muncul di belakang para atlet juga tertangkap melakukan gerakan serupa dan kemudian kartu persnya dicabut. Namun, organisasi anti-diskriminasi berpendapat bahwa kehati-hatian diperlukan dalam mengevaluasi kasus-kasus seperti itu, karena sebagian besar penggunaan tanda "OK" saat ini masih positif dan sama sekali tidak terkait dengan pesan kebencian.
Dari sudut pandang profesional, tim VAR telah menjalankan tugasnya dengan baik dalam pertandingan antara Jerman dan Curaçao. Dengan kekuatan yang lebih unggul, perwakilan Eropa meraih kemenangan terbesar mereka sejauh ini di Piala Dunia 2026 (menang 7-1).
Sumber: https://znews.vn/fifa-dieu-tra-trong-tai-var-post1659889.html








