![]() |
Messi, Modric, dan Cristiano Ronaldo dianggap oleh FIFA sebagai panutan bagi generasi pemain yang mampu mempertahankan performa puncak mereka hingga hampir usia 40 tahun. |
Komite teknis FIFA, yang dip возглави oleh mantan manajer Arsenal Arsene Wenger, telah merilis penilaiannya terhadap tahap awal Piala Dunia 2026. Poin yang paling menonjol adalah upaya untuk mengurangi pemborosan waktu, sebuah tujuan yang telah dikejar FIFA selama bertahun-tahun.
Menurut statistik dari tahap awal, tujuan ini terbukti efektif. FIFA menekankan bahwa Piala Dunia 2026 saat ini memiliki waktu bermain terpanjang dari semua turnamen besar, melampaui Liga Champions, Kejuaraan Eropa, dan banyak kompetisi top lainnya. Rata-rata jumlah gol per pertandingan juga 2,90, lebih tinggi dari Piala Dunia sebelumnya.
Namun, cerita ini bukan hanya tentang tempo permainan atau jumlah gol. Yang lebih menarik perhatian komite teknis adalah bagaimana para bintang senior ini masih mempertahankan pengaruh mereka di level tertinggi.
Mantan bek Argentina Pablo Zabaleta dan mantan gelandang Brasil Gilberto Silva percaya bahwa sepak bola modern telah menghasilkan generasi pemain yang dapat mempertahankan performa puncak mereka hingga hampir usia 40 tahun. Messi, Modric, dan Cristiano Ronaldo adalah contoh utamanya. Mereka tidak lagi bergerak terus-menerus seperti di masa muda mereka, tetapi mereka tahu bagaimana menghemat energi, memilih posisi mereka, dan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.
“Messi terkadang berjalan-jalan di lapangan untuk memposisikan dirinya secara optimal. Modric melakukan hal yang sama, Cristiano juga. Mereka sangat profesional,” komentar Zabaleta dan Gilberto Silva.
Menurut kedua mantan pemain bintang tersebut, perbedaan antara kelompok pemain ini tidak hanya berasal dari bakat. Mereka sangat memperhatikan tubuh mereka, cukup istirahat, makan secara ilmiah, memiliki fisioterapis, dan bahkan koki pribadi. Kehidupan mereka di luar lapangan menjadi fondasi bagi mereka untuk terus berkompetisi di level tertinggi.
Para ahli juga menekankan bahwa kualitas terbesar para superstar adalah kemampuan pengambilan keputusan mereka. Pemain seperti Mbappe, Kane, atau Messi tidak selalu perlu melesat dengan kecepatan tinggi. Mereka bisa berjalan, mengamati, terhubung dengan permainan, dan kemudian menciptakan peluang di saat-saat krusial.
![]() |
Arsène Wenger dan komite teknis FIFA percaya bahwa Piala Dunia 2026 memiliki waktu bermain yang jauh lebih lama daripada banyak turnamen besar lainnya. |
Topik lain yang dibahas oleh FIFA adalah jeda minum air. Komite teknis mengakui bahwa jeda minum air dapat mengubah ritme permainan. Tim yang kesulitan mungkin memiliki lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri, sementara tim yang mengendalikan permainan mungkin mengalami gangguan momentum, terutama di babak kedua.
Meskipun demikian, FIFA percaya bahwa jeda ini tetap diperlukan agar para pemain dapat pulih dan agar tim memiliki waktu untuk menyesuaikan taktik mereka dalam kondisi permainan yang menuntut.
Komite teknis juga menyatakan kekaguman mereka terhadap Kolombia. Penampilan mereka melawan Portugal dianggap sebagai momen penting, karena Kolombia menunjukkan kebugaran fisik, dinamisme, dan kemampuan mereka untuk mengendalikan permainan. Tantangan mereka selanjutnya adalah memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan dengan lebih baik.
Oleh karena itu, Piala Dunia 2026 menghadirkan gambaran yang luar biasa: lebih banyak pertandingan sepak bola dimainkan, lebih banyak gol dicetak, dan para bintang veteran masih tahu bagaimana membuat permainan berpusat pada mereka.
Sumber: https://znews.vn/fifa-ly-giai-vi-sao-messi-van-khac-biet-post1664831.html






























































