Garnacho bisa meninggalkan MU musim panas ini. Foto: Anh Tiến . |
Garnacho dimasukkan oleh pelatih Ruben Amorim di babak kedua, bermain di posisi sayap kiri favoritnya. Gelandang Argentina itu setidaknya melepaskan dua tembakan ke gawang melawan ASEAN All Stars, tetapi gagal mencetak gol.
Menghadapi pertahanan solid ASEAN All Stars, Garnacho juga gagal menciptakan banyak peluang terobosan. Hal yang sama juga dialami Amad Diallo di sayap yang berlawanan. Di lini tengah, Chido Obi-Martin menggantikan Rasmus Hojlund namun juga gagal mencetak gol melawan pertahanan ketat lawan.
Menurut Daily Mail , hubungan antara Garnacho dan pelatih Amorim menunjukkan tanda-tanda ketegangan. Pelatih asal Portugal itu telah melontarkan kata-kata keras kepada anak didiknya, menyatakan bahwa pemain berusia 20 tahun itu seharusnya "berdoa untuk menemukan klub baru musim panas ini".
Sebelum pertandingan melawan ASEAN All Stars, Garnacho juga tidak masuk dalam skuad untuk laga melawan Aston Villa di putaran ke-38 Liga Primer.
Ketegangan tersebut dilaporkan bermula setelah final Liga Europa di Bilbao, di mana MU kalah dari Tottenham. Garnacho menyatakan ketidakpuasannya karena tidak dimasukkan dalam susunan pemain inti, dan kemudian tanpa ragu mengkritik "musim buruk" tim tersebut.
Kabarnya, Chelsea dan Napoli adalah dua klub yang memantau situasi Garnacho dengan cermat. Manchester United dikabarkan bersedia mendengarkan tawaran yang wajar, meskipun klub tersebut telah menetapkan harga awal sekitar £60 juta.
Sumber: https://znews.vn/garnacho-choi-mo-nhat-giua-tin-don-roi-mu-post1556545.html






Komentar (0)