
Selain itu, dalam jangka pendek, para pedagang memfokuskan perhatian mereka pada pertemuan mendatang Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen utama non-OPEC (kelompok OPEC+), serta kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap produsen utama seperti Rusia, Iran, dan Venezuela.
Oleh karena itu, pada penutupan sesi perdagangan terakhir tahun ini, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Februari 2026 turun 0,9% menjadi $57,42 per barel, dengan total penurunan 20% untuk keseluruhan tahun 2025. Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret 2026 juga turun 0,8% menjadi $60,85 per barel. Secara keseluruhan untuk tahun 2025, harga minyak mentah Brent turun sekitar 19%.
Dalam jangka panjang, prospek pasar tetap konsisten: pasokan melebihi permintaan. Baik Badan Energi Internasional (IEA) maupun pemerintah AS memperkirakan bahwa produksi akan melebihi konsumsi lebih dari 2 juta barel per hari pada tahun 2025, dan surplus ini diperkirakan akan memburuk tahun depan.
Alasan utamanya berasal dari perubahan kebijakan jangka panjang OPEC+ awal tahun ini, yang beralih dari pengendalian produksi ke peningkatan produksi untuk merebut kembali pangsa pasar. Langkah ini dilakukan ketika negara-negara seperti Brasil dan Guyana meningkatkan pasokan dan AS memompa minyak ke pasar pada tingkat rekor.
Kaynat Chainwala, seorang analis di Kotak Securities, meyakini pasar minyak akan terus mengalami kelebihan pasokan hingga tahun 2026, karena produksi yang kuat dari negara-negara non-OPEC (seperti AS, Brasil, dan Argentina) jauh melebihi permintaan global. Ia memperkirakan harga minyak akan berfluktuasi dalam kisaran $50-$70 per barel, dengan risiko pasokan dari Venezuela atau Rusia bertindak sebagai penopang harga.
Yang perlu diperhatikan, meskipun harga turun pada tahun 2025, penurunan "emas hitam" sebagian telah diredam oleh sejumlah besar surplus minyak yang disimpan di cadangan Tiongkok. Sementara itu, di AS, laporan terbaru menunjukkan bahwa persediaan bensin dan minyak berada pada level tertinggi sejak Oktober.
Dari segi makroekonomi, rencana Federal Reserve AS untuk memangkas suku bunga tiga kali pada tahun 2025 telah membantu meredakan tekanan inflasi dan sedikit mendukung sentimen pasar.
Sumber: https://baotintuc.vn/thi-truong-tien-te/gia-dau-giam-manh-nhat-ke-tu-2020-20260101111940407.htm






Komentar (0)